Ziarah ke Makam Sunan Ampel, La Nyalla Didoakan Ratusan Santri

Surabaya – Ketua Umum Kadin Jawa Timur Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti, bersama Ustadz H. Maliki Pengasuh Pondok Pesantren Mardhlotillah, Desa Sumber Terik Krian Sidoarjo, berziarah ke makam Sunan Ampel di kawasan wisata Religi Ampel, Surabaya. Sabtu (02/6) malam.

Kedatangan La Nyalla yang juga Calon Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan Jawa Timur, menjadi perhatian pengunjung wisata Religi Sunan Ampel di Surabaya. La Nyalla bersama ratusan Jamaah Pondok Pesantren Mardhlotillah, Desa Sumber Terik, Krian, Sidoarjo, melakukan doa bersama.

Menurut La Nyalla, berziarah dan berdoa ke makam wali merupakan bentuk penghormatan terhadap ulama besar yang telah mendakwahkan Islam di Indonesia.

“Ziarah ke makam Sunan Ampel pada bulan Ramadhan, merupakan tradisi yang baik untuk lebih memantapkan ibadah puasa kita sebagai perjuangan melawan hawa nafsu. Dengan berziarah dan berdoa di makam Wali, kita jadi ingat bahwa kita akan mati. Sebagai wujud terima kasih atas perjuangan mereka yang menyiarkan Agama Islam,” katanya.

“Perlu diketahui bahwa di area makam inilah, Raden Achmad yang kini dikenal sebagai Sunan Ampel menghabiskan masa hidupnya sebagai seorang wali yang pandai dengan ilmu-limu agama islam,” lanjutnya.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Mardhlotillah, Ustadz H. Maliki menyatakan, “Kami mengikuti kegiatan ziarah ke makam Sunan Ampel dengan mengajak seluruh Santri dan Jamaah Pondok Pesantren Mardhlotillah untuk bersama sama memanjatkan doa kehadirat Allah SWT, agar Pak La Nyalla mendapatkan berkah dan Maghfiroh dari Allah, untuk maju menjadi Senator DPD daerah pemilihan Jawa Timur, serta saya mengajak seluruh santri dan orang tua santri Pondok Pesantren Mardhlotillah, untuk mendukung dan memilih Pak La Nyalla sebagai Senator Dewan Pimpinan Daerah pada 2019 mendatang.

La Nyalla terus terang tak menyangka dengan dukungan yang mengalir ke dirinya bisa terus membesar.

“Saya berterima kasih atas besarnya dukungan dan doa dari para ustadz, dan santri. Ini menyemangati saya sekaligus menunjukkan jika masyarakat Jawa Timur merindukan perubahan,” pungkasnya. (*)