Wow…Hakim Anne Bacakan Vonis Putusan Melalui Laptop

Surabaya – Sidang dengan agenda putusan Candra Oeiguna (38) dalam perkara dugaan sebagai penadah karena dianggap dan terbukti secara sah telah menerima hasil dari penipuan yang dilakukan Dedy Hartono digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, rabu (16/5).

Namun sayang, dalam persidangan yang digelar di ruang Garuda II tersebut diwarnai dugaan Majelis Hakim melakukan pelanggaran kode etik berupa pembacaan amar putusan menggunakan laptop, tidak dalam berkas (minuta).

Sidang yang dipimpin oleh, Anne sebagai ketua Majelis Hakim tampak membacakan amar putusan dalam laptop ( pada umumnya, Majelis Hakim bacakan putusan dalam berkas-red ).

“Dalam hal perkara yang melibatkan Candra Oeiguna sebagai penadah sesuai pasal 480 ayat (1), maka Majelis Hakim menjatuhkan amar putusan 10 bulan hukuman badan,” ucap Majelis Hakim.

Atas jatuhnya amar putusan tersebut, terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Sisi lain, bila mengacu pada dasar hukum minutasi sesuai pasal 5 Undang-Undang no 7 tahun 1989 tentang pembinaan teknis pengadilan dilakukan oleh Mahkamah Agung dalam rangka tertib administrasi perkara dan penyelenggaraan administrasi pengadilan.

Bagaimana bila pernyataan atau putusan Majelis Hakim tidak tertuang dalam bentuk tertulis? (son)