Cokelat Roso : Coklat Unik Berbalut Filosofi Tradisi Khas Jogja

Cokelat Roso : Coklat Unik Berbalut Filosofi Tradisi Khas Jogja

Salah satu keunikan cokelat Roso adalah produk unggulannya yang bernama Cokelat Roso Jejamuan

YOGYAKARTA - Di zaman modern ini,cokelat menjadi makanan yang dapat dikemas dalam berbagai rasa dan nuansa. Dengan olahan yang unik dan berkualitas, kini di Yogyakarta telah hadir cokelat khas dengan sentuhan rasa dan berbalut filosofi tradisi, cokelat roso namanya

Cokelat unik asli jogja ini dapat diperoleh di gerai cokelat roso yang berada di Jl. Sultan Agung No.46 dan jl. Kaliurang kilometer 5.6 yogyakarta.

Salah satu keunikan cokelat Roso adalah produk unggulannya yang bernama Cokelat Roso Jejamuan. Cokelat dengan bungkus bergambar penjual jamu gendong ini memiliki 3pilihan rasa yaitu gula asem, kunyit dan beras kencur.

Cokelat roso juga menyediakan cokelat murni dengan label cokelat bener yang menawarkan 3 pilihan rasa : Dark Chocolate, Milk Chocolate, dan White Chocolate.

Ketiganya merupakan cokelat murni yang dikemas dengan bungkus bergambar beberapa tempat bersejarah di Yogyakarta yang memiliki filosofo kuat.

Dark cokelat dengan bungkus bergambar tugu jogja, Milk chocolate bergambar keraton yogyakarta dan white chocolate dengan gambar tamansari.

Cokelat dengan 3 rasa juga dikemas dalam bungkus yang disandingkan dengan ikon cokelat roso, yaitu cukro alias cupid cokelat roso. Cupid, sang peri cinta yang imut didandani selayaknya wong jogja. Ia memakai blangkon di kepala, berbalut baju batik dengan kancing terbuka dan celana khas jawa.

Produk menarik lainnya adalah cokelat roso kacang-kacangan. Terdapat 3 jenis rasa yaitu cokelat mete bergambar sepeda onthel, cokelat kacang almond yang menyajikan kemasan bergambar becak dan cokelat kacang hazelnut dengan gambar andong.

Produk yang tak kalah menarik adalah cokelat roso butong, singkatan dari buah gentong. Cokelat ini dikemas dengan wadah gentong mini dengan beberapa pilihan rasa

Semua pilihan rasa ini menjadikan cokelat roso butong pas dijadikan oleh-oleh jogja. (c8/lik/jogjatrip)

"Kita harus hidup bersama sebagai saudara atau musnah bersama sebagai orang bodoh"
Martin Luther King