Pameran Sunrise Of Java: Pajang 495 Foto Obyek Wisata dan Seni Banyuwangi

Pameran Sunrise Of Java: Pajang 495 Foto Obyek Wisata dan Seni Banyuwangi

Pameran yang bertajuk Pameran dan Lomba Photo The Sunrise of Java 2012, memajang karya apik photographer handal dari dalam dan luar Banyuwangi

BANYUWANGI - Wabup Banyuwangi Yusuf Widiatmoko membuka pameran dan Lomba Photo The Sunrise of Java 2012 di Pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)

Pameran ini memajang 495 foto dari berbagai objek wisata dan seni budaya Banyuwangi. Ratusan karya fotografi bertemakan landscape, budaya, sosial kemasyarakatan yang bernuansa Banyuwangi menghiasi pameran ini.

Wabup Yusuf Widiatmoko, sangat mengapresiasi kegiatan yang dimotori Disbudpar ini. Selain mereka juga mendapatkan penghargaan dari panitia, pameran ini bisa menjual Banyuwangi kemanapun dengan foto-foto yang bisa berbicara.

“Ini juga bisa memberikan nilai jual yang tinggi bagi Banyuwangi dan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Karena dengan melihat foto, investor akan semakin tertarik ke Banyuwangi,” tutur Wabup saat membuka pameran.

Pameran yang bertajuk Pameran dan Lomba Photo The Sunrise of Java 2012, memajang karya apik photographer handal dari dalam dan luar Banyuwangi.

Sebut saja, Don Hasman, seorang travelling photographer dari Jakarta, Wahyu IDS dan photographer dari Kalimantan, Aceh, Surabaya, Yogyakarta, Malang serta Jember.

Pameran ini tampak diminati pecinta seni fotografi. Hal itu terlihat dengan banyak seniman yang tampak serius mengamati foto yang dipajang di Peringgitan Disbudpar.

Menurut salah seorang anggota Banyuwangi Photografi Community (BPC), A Rahmatulloh, adanya pameran ini besar sekali manfaatnya bagi seniman fotografi.

“Salah satunya memberikan ruang bagi seniman fotografi untuk memamerkan karya-karyanya. Saya sangat mendukung sekali,”katanya, seperti dilansir laman banyuwangikab.

Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 30 November ini, dengan memperebutkan uang tunai dan trophy dari panitia. Juara I mendapat uang tunai Rp 6 juta. Juara II, Rp 4,5 juta, Juara III Rp 3 juta. Sedangkan Juara Harapan I dan II, masing-masing Rp 2,250 juta dan Rp 1,750 juta. (c8/lik)

"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya."
Frischboten