Waspada Polisi Gadungan, Begini Cara Pelaku Menipu Korban

Foto istimewa : AKBP Leonard Sinambela dan Kompol Lily Dja'far saat merilis polisi gadungan.

Wartapedia, Surabaya. Bagi para pelaku bisnis online, sepertinya ini harus menjadi perhatian agar tidak menjadi korban kejahatan. Baru-baru ini, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor.

Parahnya, dalam kasus ini, untuk meyakinkan calon korbannya, pelaku mengaku sebagai anggota Kepolisian. Pelaku tersebut adalah Mayor Ahmad Zaelani (23) warga Kalidami Gang 8 Surabaya. Zaelani ditangkap bersama dengan tiga orang penadah lainnya.

Tiga orang penadah itu adalah AJI (33) asal Tambelangan, Sampang, Madura, DR (34) asal Tambelangan, Sampang, Madura, dan SH (24) asal Desa Ketapang Daya, Sampang, Madura, serta satu orang lagi yang masih dalam buruan petugas, yakni MK (DPO).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat dimana ada pelaku penipuan dan penggelapan dengan modus berpura-pura menjadi pembeli, yang kemudian membawa kabur barang milik korban.

Dari hasil penyidikan, mulanya Zaelani membuka sebuah situs jual beli online kendaraan bermotor. Dalam situs tersebut, Zaelani mencari kendaraan sepeda motor yang bagus dan terhitung mahal, terutama kendaraan bekas keluaran baru.

“Hasil ungkap ini, tiga hari yang lalu. Pelaku sudah kami tangkap berikut dengan penadahnya yang tiga orang, dan satu orang penjual hasil kejahatan,” kata Leonard, Minggu (20/08).

Setelah mendapatkan targetnya, Zaelani mengajak calon korban untuk bertemu di sebuah tempat yang sudah dijanjikan. Pada saat bertemu itulah, kemudian dirinya mengaku sebagai anggota kepolisian yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Leonard menuturkan, agar calon korban lebih yakin lagi, Zaelani mengalungkan PIN ID keanggotaan palsu di lehernya. Juga agar tampak asli, Zaelani membawa senjata api, dan berpura-pura menjatuhkan senjatanya pada saat bertemu dengan korban.

Dua pucuk senjata api dan Pin Id palsu yang digunakan Zaelani untuk meyakinkan korban.

“Inilah yang mempengaruhi korban yakin bahwa orang ini adalah aparat, sehingga dia diperbolehkan mencoba kendaraan oleh korban. Nah, pada saat mencoba kendaraan korban inilah, kemudian dia kabur membawa motor milik korban,” tuturnya.

Setelah Zaelani berhasil membawa kabur motor milik korban, maka kemudian dia bergegas menjualnya kepada para penadah yang ada di Madura dengan harga yang cukup bervariasi. Yakni, AJI, DR dan SH, serta satu penadah lain yaitu MK yang saat ini masih di buru petugas.

Tidak hanya itu, dalam pengakuannya, Zaelani yang sudah melancarkan aksi tipu gelapnya selama setahun terakhir ini, juga mengaku sudah menggelapkan 14 unit motor dari hasil tipu gelap terhadap korban penjual motor online. Bahkan dia juga pernah menggunakan jasa ojek online.

Uniknya, jasa ojek online ini dia gunakan untuk mengelabuhi penjual motor online. Sehingga pernah kejadian, pekerja ojek online di tuduh sebagai komplotan dari Zaelani. Tak ayal, pekerja ojek online yang sejatinya adalah korban juga, menjadi bulan-bulanan massa di Menganti, Gresik.

 Untuk daerah operasi pelaku ini sendiri, Leonard mengungkapkan, daerah operasi perbuatan tipu gelap Zaelani melingkupi wilayah Jawa Timur. Seperti di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang dan di Kediri.

“Saat ini kami sudah menyita barang bukti lima unit motor, dan masih ada lagi yang kita cari sampai dapat kita kembalikan kepada pemiliknya,” tandasnya.

Oleh :  Achmad Syaiful Bahri