Warga Kebon Dalem Colong Motor Tentangga, Satreskrim Polrestabes Surabaya Tangkap Dua Pelaku

Surabaya – Sebagai seorang tetangga yang seharusnya saling menjaga, tampaknya tak berlaku bagi dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan.

Dua orang pelaku ini tak lain adalah Ahmad Arifin (33) warga Jl. Kebon Dalem, Surabaya, dan Mahbub (25) asal Banyumas, Sampang, Madura.

Kedua pelaku yang tergolong masih muda ini, terakhir diketahui mencuri satu unit sepeda motor Honda CBR milik tetangganya, Moch. Anas (17) warga Jl. Kebon Dalem, Surabaya.

Saat merilis hasil tangkapan Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kasubbag Humas, Kompol Lily Dja’far mengatakan pelaku melakukan pencurian dengan masuk ke rumah korban melalui tangga.

Aksi pencurian ini sendiri terjadi pada hari Jumat 9 Februari 2018 sekitar pukul 04.30 Wib. Awalnya, pelaku Mahbub naik ke loteng (tangga) rumah kakaknya yakni Arifin.

Dari loteng inilah kemudian Mahbub lewat genteng menuju ke rumah korban.

Mahbub dan Arifin saat memeragakan aksi pencuriannya.

Setelah sampai di loteng rumah korban, pintu atas terbuka sehingga Mahbub dengan mudah masuk dan turun dari dalam loteng rumah korban.

“Pelaku melihat tiga buah BPKB dan sepeda, STNK dan kunci sepeda motor diatas lemari ruang tamu. Pelaku masuk menuju kamar dan membuka lemari,” kata Lily, Senin, (12/02).

Dari lemari itu pelaku mengambil satu buah ATM dan buku tabungan. Tak hanya itu, pelaku Mahbub juga membongkar pakaian korban di lemari, sehingga dirinya menemukan HP merek Huawei.

Setelah mengambil beberapa barang itu, Mahbub keluar rumah korban dengan cara yang sama, yakni menaiki tangga dan kembali rumah Arifin.

Arifin yang saat itu sedang tidur, dibangunkan oleh Mahbub, dan mengatakan bahwa dirinya sudah mengambil barang milik korban.

Mahbub berkata kepada Arifin barangkali sepeda motor korban di parkir di depan rumah. Arifin pun mengiyakan, dan segera menunggu di gang lain yang tak jauh dari rumah korban.

Mahbub kembali menuju ke rumah korban, namun kali ini lewat pintu depan dan mencoba kunci sepeda motor Honda CBR yang sudah diambilnya.

“Setelah berhasil mengambil motor korban, pelaku kemudian mendorongnya sepeda sampai depan gang,” terang Lily.

Setelah berhasil membawa keluar motor korban, Mahbub lalu menyalakan sepeda motor menuju ke Arifin yang sudah menunggu di gang lain.

Keduanya pun pergi, dan menjual HP Huawei yang dicurinya seharga Rp. 300 ribu. Setelah menjual HP curian, keduanya kembali bersama-sama menuju ke Jl. Kaliwaron untuk memarkir sepeda motor korban.

Motor itu diparkir di rumah sakit Dr. Suetomo, dan pergi lagi ke sebuah rumah penginapan di Jalan Kranggan. Dipenginapan inilah keduanya baru dapat ditangkap oleh petugas.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku terpaksa harus mendekam didalam tahanan dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.(asb)