Waduh..Produsen Snack Berbahan Mie Expired Hanya Divonis Percobaan

SURABAYA – Terdakwa Cendrahady Hermanto Halim akhirnya bisa bernafas lega, pemilik pabrik UD.Sudi Mampir yang memproduksi berbagai jenis snack dari bahan mie bekas atau kadaluwarsa (expired) ini hanya mendapatkan vonis hukuman percobaan dari hakim.

Sidang pengusaha nakal yang memiliki pabrik di Jalan Lebak Jaya 3C Utara, Surabaya, yang digelar di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (22/5) oleh Sapruddin selaku, Majelis Hakim dijatuhi hukuman 6 bulan percobaan.

“Terdakwa terbukti tidak memiliki izin dalam menjalankan usaha, maka sesuai pertimbangan maka terdakwa dijatuhi hukuman 6 bulan dengan masa percobaan selama 1 tahun “, ucap hakim Sapruddin.

Adapun dasar yang di jadikan pertimbangan Majelis Hakim dalam amar putusannya yakni terdakwa sudah mengurus izin namun belum selesai

Usai menjatuhkan putusan, Majelis Hakim lantas menyampaikan saran kepada pengusaha nakal tersebut dan, mewanti-wanti agar terdakwa berhati-hati.

“Bapak divonis percobaan. Jadi bapak jangan melakukan tindak pidana lagi selama satu tahun. Kalau melakukan tindak pidana apapun, maka bapak akan ditahan,” kata hakim Sapruddin kepada terdakwa.

Amar putusan Majelis Hakim sebenarnya lebih ringan dari tuntutan Nanik Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Sementara itu, pada persidangan sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman satu tahun penjara namun pasca pembacaan amar putusan, JPU tampak biasa biasa saja sebagai tanda menerima amar putusan dari Majelis Hakim.

Perlu diketahui sebelumnya, dalam dakwaan JPU dijelaskan bahwa Cendrahady Hermanto Halim pemilik UD Sudi Mampir telah memperdagangkan makanan bekas tanpa ada izin dari pihak yang berwenang, dan diketahui perbuatan Cendrahady dilakukan sejak tahun 1990 hingga 2017.

Kasus ini terbongkar saat petugas Ditreskrimsus Polda Jatim mendapat informasi bahwa UD Sudi Mampir yang berlokasi di Jalan Lebak Jaya 3C Utara Surabaya, telah memproduksi makanan ringan atau snack ilegal.

Dari hasil penyidikan diperoleh bukti bahwa UD Sudi Mampir milik Cendrahady telah memproduksi snack tanpa izin edar dari pihak berwenang.

Petugas kemudian melakukan penggrebekan dan menyita barang bukti diantaranya, 50 dus Mie Tek Tek, 10 dus Sport Mie, 60 dus pilus, 32 dus Mie Anda, 12 dus Soyamie, 2 unit mesin packing, 1 unit mesin oven, 1 unit mesin molen dan 10 sak bahan baku mie.

Hasil produksi snack dari bahan bekas mie pun akhirnya disita petugas, diperkirakan setiap bulannya UD Sudi Mampir memproduksi sekitar tiga ton snack dan diperdagangkan ke wilayah Kalimantan.

Atas perbuatannya, Cendrahady dijerat pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 3 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (son)