Viktor Laiskodat Dikukuhkan Secara Adat Oleh Tiga Swap Raja di TTU

Kefamenanu – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018-2023 Viktor Bungtilu Laiskodat, dikukuhkan secara adat oleh Tiga Swap Raja di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menjadi anggota keluarga Kerajaan TTU saat mengunjungi Sonaf Bana, Sabtu (9/6). Tiga Swap Raja itu yakni Biboki, Insana dan Miomaffo.

Tiba di Sonaf Bana, Viktor Bungtilu Laiskodat dari Paket nomor 4, Viktor-Joss bersama rombongan ditemani Ketua DPD Nasdem Kabupaten TTU, Robert Tanur diterima secara adat oleh raja-raja dari Tiga Swap Raja dan 18 Kevetoran di Kabupaten TTU, dengan tutur adat (Natoni) dan tarian.

Amatan wartawan, pihak-pihak dari ketiga Swapraja yang diwakili oleh Raja Sonaf Bana, Usi Mikhael Bana mengenakan pakaian adat pada VBL sebagai simbol VBL merupakan bagian dari keluarga Kerajaan di Kabupaten TTU di sambut gemuruh tepuk tangan dari ribuan simpatisan dan relawan yang memadati halaman Sonaf Bana.

Politis asal partai Nasdem ini juga menerima cendramata berupa tongkat yang terbuat dari kayu cendana sebagai simbol kepemimpinan yang dipercayakan rakyat melalui raja-raja kepada VBL.

Usi Mikhael Bana, pada kesempatan itu mengatakan bahwa hari ini telah hadir semua raja-raja di TTU untuk mengukuhkan VBL sebagai keluarga dari kerajaan di TTU.

“Pak Viktor sudah sah menjadi bagian dari keluarga kerjaan,”tandas Usi Mikhael Bana.

Sementara itu, Viktor Laiskpdat dalam arahan singkatnya mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang nantinya setelah terpilih bisa membuat perubahan bagi Propinsi NTT untuk bangkit dari predikat Propinsi NTT sebagai daerah termiskin, tertinggal dan terbelakang.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang sampai detik ini masih merasakan hidup susah seperti apa yang pernah saya rasakan waktu kecil dulu. Mau taruh di mana hati saya? Batin ini tersiksa karena itu saya harus kembali untuk bangun NTT,”ujarnya.

“Menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan. Pemimpin harus pertaruhkan segalanya demi rakyatnya termasuk harga dirinya,”pungkasnya sembari mengatakan jika dirinya dipilih dan ditetapkan pada 27 Juli sebagai Gubernur NTT, maka pada saat itupun, tanggal 27 Juli akan ia tetapkan sebagai tanggal kebangkitan Propinsi NTT. (Lius)