Unggah Status Penistaan Agama, Mahasiswa Ini Jadi Terdakwa

Surabaya – Ada saja ulah salah satu mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta Surabaya satu ini, karena hobbynya yang nyeleneh yakni menggungah penistaan agama pada akun medsos miliknya, menjadikan dirinya terdakwa atas perkara pelanggaran UU ITE pasal 28 ayat 2 UU RI No. 11 Tahun 2008.

DH (43), warga Perak Kecamatan Krembangan Surabaya harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya ruang Kartika 2, untuk mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung dari Kejaksaan Negeri Perak Surabaya di hadapan majelis hakim yanh di ketuai oleh Hizbullah Idris SH, M.Hum. (28/06)

Awal kejadian atas perkara ini ketika terdakwa memposting pada akun cakahandokoludruk.blogspot.id miliknya yang menampilkan background putih dengan tulisan Allah=Dajjal, Stop Pray To Allah, Dajjal = Allah.

Terdakwa kemudian mengshare ke akun medsos Facebook dan Instagram. Hal ini diketahui oleh seorang saksi bernama Firman saat melihat 2 akun medsosnya terdapat unggahan penodaan agama tersebut dan melaporkan perbuatan DH ke Polres KP3 Tanjung Perak Surabaya.

Saat JPU Agung selesai membacakan dakwaan, Ketua Majelis Hakim menanyakan apakah kuasa hukum Ronny dari LBH Lacak akan mengajukan eksepsi. Dengan datar Ronny mengatakan pihaknya tidak akan mengajukan eksepsi.

“Tidak yang mulia,” ujarnya singkat.

Perlu diketahui, terdakwa melakukan perbuatan tersebut karena hobby. Ini diketahui saat di tanya oleh wartawan sebelum sidang dimulai.

Dengan tenang terdakwa menjawab karena kegemarannya memposting ujaran kebencian. Dirinya mengaku memposting ujaran tersebut pada 01 Agustus 2015.

Atas perbuatannya DH (43) didakwa telah melanggar pasal 156 KUHP tentang penodaan/penistaan agama dengan ancaman hukuman 4 (empat) tahun penjara. (son)