Triwulan Kedua, BNNP Jatim Nyatakan Peredaran Narkoba Menurun Hingga 10 Persen

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Fatkhur Rahman.

Wartapedia, Surabaya. Perang terhadap peredaran narkotika terutama Golong I jenis Sabu-Sabu, akhirnya membuahkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur merilis hasil ungkap kasus peredaran Narkoba periode bulan Januari hingga Juni (triwulan kedua).

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Fatkhur Rahman mengatakan, dari data BNNP Jatim, penurunan peredaran narkoba di Jatim menurun dikisaran 5 hingga 10%.

Fatkhur mengatakan, menurunnya angka peredaran Narkoba di Jawa Timur didasari oleh tindakan tegas penegak hukum dalam memberantas Narkoba berikut jaringannya.

“Ada beberapa faktor, diantaranya aktivitas pemberantasan yang dilakukan BNNP Jatim beserta jajaran BNNK. Serta peranan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim beserta jajaran,” kata Fatkhur, Senin, (03/07).

Dalam jumpa persnya, Fatkhur menguraikan bahwa penurunan angka peredaran Narkoba ini, terjadi pada narkoba jenis sabu dan ekstasi. Menurutnya, kedua jenis narkoba itu sulit didapati di pasaran.

Untuk itu pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan pemberantasan, mulai dari lidik hingga pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Kegiatan itu sendiri, lanjut Fatkhur, akan dilakukan terus dengan fokus kepada jaringan-jaringan narkoba. Kemudian meningkatkan kegiatan penyuluhan P4GN di sekolah-sekolah maupun di masyarakat.

“Mudah-mudahan masyarakat penggunanya (Narkoba) menurun, jadi bukan daya belinya. Dengan adanya penurunan peredaran narkoba, mudah-mudahan pengguna narkoba semakin sadar dan tidak mau lagi mengkonsumsi maupun bersinggungan dengan narkoba,” terang Fatkhur.(asb)