Tower Java Bali Crossing Buatan PLN Melebihi Tinggi Menara Eiffel Paris

Wartapedia, Banyuwangi. Tinggi Menara Eiffel di Paris, Perancis, dipastikan jauh dibawah ketinggian, atau tidak melebihi tinggi dua tower yang dibangun PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN di Banyuwangi, Jawa Timur dan Pulau Bali. Dipastikan, menara berjuluk ‘Tower Java Bali Crossing’ ini akan menghubungkan dua pulau, Jawa dan Bali melalui sambungan listrik bertegangan 500 kV.

“Dalam pengembangannya, menara PLN ini akan menjadi ikon wisata baru di dua wilayah, yakni Banyuwangi dan Bali. Tower tegangan tinggi ini akan menjadi menara tertinggi di dunia, karena melebihi ketinggian Menara Eiffel di Paris, Perancis,” jelas Manajer Unit Proyek Jaringan II JBTB I, Indra Yoga Suharto, Sabtu (23/9/2017).

Menurut Yoga, bentangan tower yang penyelesaian dan pengoperasiannya direncanakan tuntas pada 2019 itu mencapai tinggi 70 meter di atas permukaan air laut. Dengan ketinggian yang diyakini melebihi Menara Eiffel ini, Yoga menjamin, tidak akan mengganggu perlintasan jalur kapal yang hilir-mudik di bawahnya. “Masih melampaui rata-rata ketinggian kapal yang melintas di Selat Bali. Kami jamin, tower ini aman, meski jalur yang dilintasi merupakan jalur padat kapal,” tambah Yoga.

Terkait izin dan proses perencanaan pembangunan? Yoga yang ditemui saat menilik patok beton pancang di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (23/9/2017) itu mengaku, sudah tidak ada masalah berarti. Alasannya, beberapa perizinan sudah dikantongi, termasuk penyediaan lahan seluas satu hektare di masing-masing sisi sudah dilakukan pembebasan lahannya.

“Saat ini, proses perencanaan pembangunannya sudah final. Begitu juga dengan perizinan yang sudah memasuki tahap akhir. Lahan di dua titik lokasi pembangunan menara juga sudah siap,” aku Yoga.

Disebutkan, beberapa perizinan yang sudah keluar terkait proses pembangunan antara lain dari Kementerian Kehutanan untuk permohonan izin pinjam pakai dan izin kolaborasi untuk pembangunan SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing S 24/Menhut-IV/2012 16 Januari 2012. Lalu, izin Kementerian Lingkungan Hidup terkait lingkungan kegiatan pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Antosari dan SUTT 150 kV Antosari-Kapal di Provinsi Jawa Timur serta Prov Bali Oleh PT PLN (Persero) UIP JJB No.: 121 11 April 2013.

“Selanjutkan, izin Kemenhub dan Dirjen Perhubungan Laut terkait pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Jawa Bali melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV (Jawa Bali Crossing) melintasi perairan Selat Bali BX-28/KL303 27 Januari 2017,” ungkapnya.

Bukan hanya itu. Yoga juga menyatakan, telah mengantongi izin Kemenhub, Ditjen Perhubungan Laut, Adpel Tanjung Wangi Rekomendasi Tehnis Pembangunan Transmisi (SUTET) 500 kV Jawa Bali Crossing GM.770/01/02/AD.TG.WI-11 21 Februari 2011. Kemudian, izin Pemkab Banyuwangi Dishubkominfo Rekomendasi KKOP Tower SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing 551/2274/429.107/20 Agustus 2011.

“Ditambah beberapa izin lainnya, seperti dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo terkait Penetapan Lokasi Pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Watudodol Wilayah Kabupaten Banyuwangi Propins iJawa Timur 188/284/KPTS/013/2017 22 Mei 2017,” sambung Yoga.

Namun demikian, Yoga mengakui, masih menemui sejumlah kendala diluar perizinan yang sudah dikantongi tersebut. Salah satunya, adanya penolakan dan keberatan dari Pemerintah Daerah Buleleng, Bali yang beralasan masalah alam serta keberadaan tempat ibadah di Bali. “Termasuk juga penolakan dari beberapa pemangku kebijakan wilayah itu (Buleleng, red). Tapi, hal itu kami anggap suatu kewajaran. Yang pasti, sampai saat ini, kami terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah, agar target sambungan pada 2019 bisa terpasang,” tukasnya.

Dengan tersambungnya dua menara tersebut, lanjut Yoga, akan menambah pasokan daya listrik sekitar 2.800 MW. Hal ini juga mendukung visi misi bersih dan hijau di wilayah Bali. “Tentu saja, pengoperasian sambungan dua menara ini akan mengurai bauran energi batu bara,” tambahnya.

Berikut perizinan proyek Tower Java Bali Crossing :

  1. Kementerian Kehutanan untuk permohonan izin pinjam pakai dan izin kolaborasi untuk pembangunan SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing S 24/Menhut-IV/2012 16 Januari 2012. Lalu, izin Kementerian Lingkungan Hidup terkait lingkungan kegiatan pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Antosari dan SUTT 150 kV Antosari-Kapal di Provinsi Jawa Timur serta Prov Bali Oleh PT PLN (Persero) UIP JJB No.: 121 11 April 2013.
  2. Izin Kemenhub dan Dirjen Perhubungan Laut terkait pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Jawa Bali melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV (Jawa Bali Crossing) melintasi perairan Selat Bali BX-28/KL303 27 Januari 2017.
  3. Izin Kemenhub, Ditjen Perhubungan Laut, Adpel Tanjung Wangi Rekomendasi Tehnis Pembangunan Transmisi (SUTET) 500 kV Jawa Bali Crossing GM.770/01/02/AD.TG.WI-11 21 Februari 2011.
  4. Izin Pemkab Banyuwangi Dishubkominfo Rekomendasi KKOP Tower SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing 551/2274/429.107/20 Agustus 2011.
  5. Izin Gubernur Jawa Timur Soekarwo terkait Penetapan Lokasi Pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Watudodol Wilayah Kabupaten Banyuwangi Propins iJawa Timur 188/284/KPTS/013/2017 22 Mei 2017.(ms/asb)