Tipu Puluhan Orang CPNS Lamongan, Petualangan Sudarno Berakhir Meringkuk di Penjara

Lamongan – Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lamongan berhasil meringkus Sudarno dikarenakan diduga telah melakukan serangkaian penipuan rekrutmen CPNS di lingkungan Pemkab Lamongan.

Berdasarkan laporan dengan Nomor Laporan STLP/245/X/2018 /JATIM RES LAMONGAN, Sudarno yang diketahui menjabat sebagai Kepala Dusun (Kasun) Rejosari, Desa Gindanglor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan, telah dilaporkan oleh dua dari puluhan korban dugaan penipuan rekruitmen CPNS dikalangan Pemkab Lamongan yang telah dilakukannya.

Kedua korban Siti S dan Mujiono Warga kecamatan Sugio menjadi penipuan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) oleh Sudarno, keduanya di janjikan akan lolos untuk menjadi CPNS tapi dengan syarat memberikan uang pelicin.

Dengan tipuan dan rayunya Sudarno, hingga Siti menyerahkan uang sebesar Rp. 150 juta dengan cara beberapa kali pembayaran. Lain halnya dengan Mujiono yang telah membayar Rp. 85 juta dengan empat kali pembayaran dengan bukti empat kwitansi.

Setelah menunggu bertahun – tahun ternyata tidak ada realisasinya, sadar bahwa Sudarno telah menipu mereka berdua berinisiatif meminta uangnya dikembalikan dengan harapan bisa di selesaikan secara kekeluargaan, namun upaya ini tidak di hiraukan oleh Sudarno.

Menurut keterangan Siti menjelaskan bahwa dirinya sudah selama 7 tahun menagih uangnya kepada Sudarno namun tidak ada itikad baik dari Sudarno untuk mengembalikan uangnya.

“Saya sudah bersabar selama 7 tahun uang saya di Sudarno sejak tanggal (29-09-2011) tapi Dia (Sudarno) tidak ada inisiatif baik untuk mengembalikan uang kami sepeserpun, atas dorongan keluarga dan kakaknya Mujiono, kami akhirnya lapor polisi.” ungkapnya kepada awak media

Mujiono, Salah satu korban Sudarno yang lain menambahkan bahwa dirinya juga sudah 4 tahun berupaya menagih kembali uangnya kepada Sudarno, namun hanya dibeeikan janji-janji saja oleh Sudarno.

“Saya sudah menunggu selama 4 tahun lamanya, akan tetapi tidak ada realisasinya, terakhir kali saya ke rumah Sudarno bersama kakak saya untuk meminta uang tersebut agar di kembalikan dan Sudarno hanya janji-janji saja dan akhirnya dengan dukungan dari kakak, saya bersama Siti lapor polisi. ” tambahnya dengan nada kesal.

Sudarno disinyalir bekerja sama dengan AHP salah seorang oknum PNS Dinas Perhubungan Kebupaten Lamongan, yang sudah menjadi tersangka terlebih dahulu dan divonis PN serta kini mendekam di Lapas kelas II B Lamongan.

“Sudarno Sudah ditangkap tadi malam dan langsung ditahan setelah diperiksa hingga dini hari,” kata Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayat didampingi Kanit Tipiter Iptu Kusen, Jumat (12/10).

Dari hasil pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan Sudarno sebagai tersangka penipuan dan langsung merasakan dinginnya sel tahanan Polres Lamongan. Polisi secara maraton masih akan mengembangkan dan memintai keterangan tersangka, terkait kemungkinan ada korban lain.

“Kami juga akan memintai keterangan tersangka AHP yang saat ini sudah ditahan dilapas kelas II Lamongan,” kata AKP Wahyu Norman Hidayat.

Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Lamongan, dan guna mempertang- gung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (son)