Tipu Puluhan Calon SPG, Wanita Paruh Baya ini Masuk Bui

AKBP Leonard Sinambela dan Kompol Lily Dja'far saat merilis pelaku tipu gelap calon SPG.

Wartapedia, Surabaya. Sempitnya lapangan pekerjaan, terutama di kota-kota besar seperti Surabaya, kerap menjadi sasaran empuk orang-orang tak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perlunya kehati-hatian dalam menerima tawaran pekerjaan sangatlah penting dilakukan.

Seperti yang dilakukan oleh LI alias Cellin. Wanita paruh baya berusia 39 tahun itu, kini terpaksa harus berhadapan dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pasalnya, perempuan bertubuh kurus ini, melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus membuka lowongan pekerjaan.

Modus yang dilakukannya adalah dengan berpura-pura menawari korban pekerjaan sebagai Sales Promotion Girls (SPG) yang akan ditempatkan di mall-mall Surabaya. Tidak hanya kepada korban secara langsung, pelaku juga meminta teman-temannya untuk mencarikan calon korban.

Setelah calon korban terkumpul, warga Jalan Dukuh Kupang Barat, Surabaya ini, mengajak para korban ke sebuah mall di Surabaya, tidak terkecuali teman yang dimintainya tolong untuk mencarikan calon SPG, yang sejatinya juga menjadi korban tipu gelap Cellin.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, saat para calon korban sudah di bawa ke sebuah mall, Cellin mengumpulkan para calon korban menyampaikan bahwa briefing dan wawancara akan dilakukan di sana, dan juga akan dilakukan pengukuran baju.

“Tersangka meminta para korbannya untuk menaruh tas atau menitipkan kepada dirinya, dengan alasan pengukuran baju. Setelah para korban pergi, tersangka membawa kabur tas beserta isinya. Bahkan, teman tersangka yang diminta mencarikan para pelamar SPG, turut juga jadi korban penipuan,” kata Leo, Kamis (24/08).

Pada saat para korban menyadari bahwa dirinya sudah tertipu, seluruh korban pun melaporkan apa yang dialaminya ke Polrestabes Surabaya. Leo mengungkapkan, setidaknya pihak Polrestabes Surabaya telah menerima empat laporan.

“Pengakuan tersangka, dirinya melakukan aksi ini sejak bulan Juli lalu sampai Agustus ini. Dalam melakukan aksinya, tersangka sering bergonta-ganti mall untuk melancarkan aksinya. Dan semuannya ini dilakukan di mall-mall yang ada di Surabaya,” ungkap Leonard.

Sementara itu, untuk jumlah korban sendiri, Leo menuturkan, dalam satu LP terdapat korban antara empat hingga lima orang. Dari aksi yang dilakukan sejak bulan Juli sampai Agustus ini, total korban penipuan dan penggelapan oleh Cellin hampir sebanyak 20 orang.

“Korbannya hampir 20 (dua puluh) orang. Dan rata-rata yang diambil oleh tersangka yakni tas milik korban beserta isinya,” tuturnya.

Dari hasil ungkap kasus tipu gelap bermodus lowongan kerja SPG ini, petugas menyita barang bukti berupa 8 buah tas perempuan berbagai merk, 2 buah dompet perempuan berbagai merk, 2 buah kaca mata, 1 buah kunci kontak mobil Daihatsu, 3 buah HP dan baju yang dikenakan tersangka saat melakukan aksi kejahatannya. Tersangka dijerat Pasal 378 dan atau 372 KUHP, serta Pasal 363 KUHP.(asb)