Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya tangkap pelaku penculikan Shakila

Surabaya – Kerja keras Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya dan Polsek Tegalsari akhirnya membuahkan hasil. Seorang bocah bernama Shakila Rahmawati yang menjadi korban penculikan akhirnya dapat diungkap.

Kabar penculikan terhadap gadis kecil berusia 5 tahun anak dari pasangan Siti Musharifah dan Purnomo warga Raya Manyar, Gresik itu, sempat membuat heboh dunia maya. Hebohnya kabar penculikan itu lantaran saat Shakila bersama dengan ibunya, terakhir kali terlihat bersama seorang laki-laki.

Atas hilangnya Shakila ini pun, sontak dunia maya mendadak ramai dengan pengumuman seorang bocah 5 tahun bernama Shakila Rahmawati yang diculik seorang laki-laki dengan ciri-ciri kurus, tinggi badan kurang lebih 165 cm, rambut cepak, ikal, pakai kaos putih, dan ada tato di punggung.

Polrestabes Surabaya dan Polsek Tegalsari yang juga menerima laporan ini pun, segera menyebar Tim Anti Bandit. Tak butuh waktu lama, hanya dalam kurun waktu dua hari, pelaku diketahui oleh seorang warga dengan ciri-ciri yang telah di sebar, sehingga kemudian dilaporkan ke Kepolisian.

“Berkat masyarakat juga yang mau bekerjasama dengan melapor ke kami sehingga anggota Tim Anti Bandit dapat melakukan penangkapan terhadap pelaku di daerah Sidoarjo,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan, Kamis, (18/01).

Saat merilis hasil ungkap kasus penculikan di Command Center ini, Rudi mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara petugas, pelaku yang diketahui bernama Ahmad Wahyudi itu mengaku hanya berkeinginan memiliki Shakila untuk diasuhnya.

Kepada petugas, pria 33 tahun asal Jl. Kedungrejo Timur 2 RT 2 RW 1, Waru, Sidoarjo ini juga mengaku bahwa saat ini dirinya sebatang kara. Pasca bercerai dengan istrinya, dia tidak dapat bertemu lagi dengan anaknya, sehingga timbullah niat untuk menculik Shakila.

“Niat itu muncul ketika pelaku bertemu dengan korban, sehingga korban dibawanya pergi tanpa sepengetahuan ibunya,” terang Rudi, mantan Dirreskrimsus Polda Sumsel ini.

Lebih lanjut Rudi menuturkan, peristiwa penculikan ini terjadi begitu saja dari perkenalan singkat antara Musharifah, ibu Shakila dan Wahyu pelaku penculikan, Selasa, 16 Januari 2018 pukul 10.00 WIB, di halaman BRI life Jl. Dr. Soetomo nomor 49, Surabaya.

“Kami melakukan pemeriksaan secara fisik terhadap korban, supaya korban tidak trauma, baru penyelidikan lebih lanjut. Ibu korban terlalu focus pada pengurusan asuransi di BRI, sehingga percaya saja saat pelaku mengambil. Korban sempat di bawa pindah-pindah,” tandasnya.(asb)