Tidak Dipasangi Rambu Pengamanan, Pasangan Lansia Terperosok Proyek Saluran Manukan Krajan

Surabaya – Proyek Pembangunan Struktur saluran dengan material Beton Precast U-Gutter di jalan Manukan Krajan Gang Raya RT 07 yang baru saja dimulai pekerjaannya dalam seminggu ini, telah memakan korban sepasang pasutri lansia warga Jalan Manukan Dono, Surabaya.

Korban diketahui bernama Usman Djaya bersama istrinya Budi Suharti Ningsih, tersungkur jatuh pada lokasi proyek tanpa sedikitpun diberi garis pengaman maupun rambu-rambu pemberitahuan tentang adanya kegiatan proyek di sekitar jalan Manukan Krajan gang Raya.

Sepertinya CV.Karya Indonesia, Kontraktor Pelaksana yang bekerja masih ‘pemain pemula’ atau memang sengaja mengirit anggaran pada pekerjaannya, sehingga terkesan mengabaikan faktor keselamatan pekerjanya maupun keselamatan pada masyarakat yang melintas di area proyek yang dikerjakan.

Kejadian diketahui pada hari Sabtu (5/5) sekitar pukul 08.00 wib, saat itu Pak usman bersama istrinya seperti biasanya berboncengan kendaraan, melintas di depan pasar sore Jalan Manukan Krajan, tiba-tiba keduanya tersungkur jatuh dikarenakan jalan sekitar proyek dalam kondisi licin akibat adanya pengerjaan proyek tersebut.

Tragisnya, korban pasutri lansia tersebut sampai terjungkal jatuh dan terluka cukup parah dikarenakan ulah Kontraktor yang tidak memberikan tanda dan rambu pengamanan pada pekerjaan proyeknya, sehingga mengakibatkan adanya korban dari masyarakat pengguna jalan.

Kedua korban yang mengalami luka cukup serius, akhirnya oleh masyarakat sekitar segera dibawa ke Puskesmas Manukan Lor untuk segera mendapatkan perawatan medis.

Sesampai di Puskesmas diketahui luka yang diderita oleh pasangan suami istri tersebut diantaranya mengalami luka memar pada kaki dan tangan serta pada pelipis sebelah kiri. Setelah mendapatkan perawatan medis dari puskesmas Manukan Lor, kedua korban lansia tersebut diperbolehkan pulang saat itu juga.

Saat dikonfirmasi wartapedia, Fresa Wijayanto (46) salah satu putra Usman Djaja mengatakan bahwa Kontraktor pelaksanan proyek saluran itu tidak mengerti bagaimana pekerjaan yang dia kerjakan harus tetap aman terhadap masyarakat disekitarnya.

“Seharusnya proyek saluran box Culvert sangat penting diberi rambu-rambu garis pembatas pekerjaannya, agar saat ada masyarakat yang melintas akan tahu kalau sedang ada pengerjaan galian tanah saluran atau sedang ada pemasangan saluran dengan bahan beton bertulang.” jelasnya.

Fresa yang juga diketahui bekerja sebagai Kontraktor dan memiliki basic Civil Engineering menambahkan bahwa kepada baru kali ini dirinya melihat ada pekerjaan proyek Pemkot Surabaya dengan langkah kerja saluran kok ngawur, jorok dan dalam saluran penuh genangan air sehingga mengakibat kan jalanan licin semua oleh tumpukan tanah lumpur yang ada disisi pekerjaan saluran dimana sampai saat ini juga tidak diangkut keluar dari lokasi proyek.

“Sepertinya Kontraktor Pelaksana sama sekali tidak paham terhadap ilmu pekerjaan saluran beton bertulang sama sekali.” ketus Fresa.

Kepada awak media, Fresa juga mengatakan akan menuntut Kontraktor Pelaksananya, jika tidak ada itikad baik untuk menengok orang tuanya dalam kondisi sekarang.

“Akan saya tuntut Kontraktornya mas, karena memar pada orangtua saya belum dapat diketahui, apakah itu hanya luka memar pada tulang kaki dan tangan biasa atau yang lebih parah, dikarenakan faktor usia kedua orang tua kami sudah usia lanjut, ayah saya Usman Djaja sudah berumur 84 tahun sedang Ibu Budi Suharti ningsih umur 68 tahun, saya akan minta pertanggung jawaban dari pihak kontraktor untuk ganti rugi,saya tunggu.” tegas Fresa.

Apakah nantinya akan segera ada pelaporan kepada pihak Dinas PU.Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya, ataupun jika diperlukan pihak keluarga Usman Djaja juga akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib, berdasarkan foto luka dan kronologi kejadian.

Perlu diketahui sebelumnya, Proyek Saluran Tipe 11 jalan Manukan Krajan Gang Raya RT 07, dikerjakan oleh CV.KARYA INDONESIA, dengan nilai kontrak proyek Rp. 793.467.217,000. (son)