Terjaring Razia Multi Fungsi, Direktur Coruption Watch Ini Positif Konsumsi Narkotika

AKBP Roni Faisal Saiful Faton saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan Direktur Coruption Watch.

Wartapedia, Surabaya. Gelar operasi multi fungsi yang dilakukan oleh Satreskoba Polrestabes Surabaya bersama dengan Garnisun dan Satpol PP pada Rabu, 26 Juli 2017 membuahkan hasil yang sangat mengejutkan. Seorang aktivis anti korupsi Bangkalan Madura, yang gencar mengkritisi pemerintahan pada masa Fuad Amin Imron terjaring razia.

Aktivis tersebut adalah Syukur (41), asal Jalan Bromo, Bangkalan Madura. Dalam operasi multi fungsi yang difokuskan pada penyalahgunaan Narkotika itu, Syukur kedapatan sedang berduaan bersama dengan seorang wanita berparas cantik dalam kamar kost Sriwijaya B7 lantai II di Jalan Sriwijaya, Surabaya. Petugas pun melakukan penggeledahan dan test urine kepada keduanya.

Syukur dan Novitasari saat di geledah petugas di kamar kost Sriwijaya B7 lantai II.

Hasil dari test urine itu pun sangat mengejutkan. Syukur dan wanita yang bersama dengannya dalam satu kamar bernama Novitasari (21) warga Simo Rukun gang 8 nomor 29 Sukomanunggal, Surabaya, oleh petugas dinyatakan positif mengkonsumsi zat amphetamine dan methamphetamine, yang dalam hal ini merupakan salah zat yang terkandung dalam Narkotika.

Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo seusai memimpin razia mengatakan, razia multi fungsi dengan menyasar rumah-rumah kost di gelar bertujuan untuk meminimalisir beredarnya narkotika, dan mencegah pengguna narkotika semakin meluas. Dia berharap, dengan dilaksanakannya razia semacam ini dapat menekan angka penyalahgunaan narkotika.

“Razia ini sasarannya memang adalah kos. Tujuannya untuk mencari narkoba, senjata tajam, dan benda yang berbahaya,” kata Anton, Rabu (26/07).

Dalam razia ini pun, tidak hanya Syukur dan Novitasari saja, namun petugas juga menggelandang seorang wanita lain bernama Riya Sucahya (20) asal Jalan Mujair VI Cileduk Jawa Barat. Riya juga dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika seusai dilakukan test urine oleh petugas, dan di bawa ke Polrestabes Surabaya bersama Syukur dan Novitasri untuk menjalani proses selanjutnya.

Sementara itu, dalam jumpa persnya, Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Fathon memaparkan, dikarenakan pada saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan adanya barang bukti berupa narkotika, maka Syukur hanya akan menjalani assessment. Roni menegaskan, pihaknya akan melimpahkan kasusnya kepada BNNK (Badan Narkotika Nasional Kota) Surabaya.

“Yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya memang aktif mengkonsumsi narkoba dan obat penenang,” terang Roni, Kamis (27/07).

Perlu diketahui, Syukur yang merupakan penggiat anti korupsi, kerap mengkritik pedas kinerja DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Syukur merupakan Direktur Coruption Wath, dan pernah menjabat sebagai ketua Bangkalan Coruptin Watch. Bahkan dia juga pernah diundang untuk menjadi narasumber di sebuah acara talk show salah satu televisi nasional.(asb)