Terjaring razia khusus, kapal tanker ini di duga kuat gelapkan 250 kilo liter BBM

Wartapedia, Surabaya. Kapal tanker MT Ferimas Agung Incomerita yang di duga kuat menggelapkan 250 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) berhasil diamankan Tim gabungan Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V) dan Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Dispamal).

Dalam operasi khusus dengan menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Warakas l-5-35, Kapal tanker MT Ferimas Agung Incomerita tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen resmi. Atas kasus ini pun, berkas pemeriksaan sudah diserahkan ke Lantamal V kepada Ditpolair Polda Jatim, Rabu (20/09/2017).

Komandan Satuan Keamanan Laut (Dansatkamla)  Lantamal V Letkol Laut (P) Maman Nurachman yang juga salah satu komandan unsur EFQR Lantamal V mengatakan, MT Ferimas Agung Incomerita berjenis Tanker GT:994, diawaki 14 ABK dengan panjang kapal 63 meter milik PT. Indoline berbendera Indonesia ini, terjaring operasi khusus Tim EFQR Lantamal V dan Dispamal.

“Yang berpatroli dengan KAL Warakas l-5-35 yang dikomandani Kapten Laut (P)  Mintono Hadi Suwanto di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS),” kata Maman, Rabu (20/09).

Menurutnya, kapal ini diduga kuat melakukan pelanggaran dengan muatan kapal (HSD) tanpa dokumen sebanyak 250 kilo liter. Tindak pelanggaran ini akan ditindaklanjuti Ditpolair Polda Jatim sebagai pihak yang berhak melakukan penyidikan sesuai  UU No. 22 atahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Dijelaskan, dalam UU No 22 tahun 2001 tersebut menyebutkan pengangkutan tanpa izin dengan ancaman penjara 4 tahun dan denda paling tinggi 40 milyar. Kemudian Tanpa izin usaha penyimpanan paling lama 3 tahun dan denda paling tinggi 30 milyar serta Tanpa izin usaha niaga dengan ancaman hukuman 3 tahun dan denda paling tinggi 30 M.

Selain dugaan penggelapan, Kapal tersebut juga diduga melakukan pelanggaran pelayaran berupa Pergerakan kapal tanpa pandu ketika berolah gerak. Pelanggaran tersebut berpotensi mendapat sanksi administratif (peringatan, pembekuan sertifikat, pembekuan izin dan pencabutan).

“Untuk hal ini penyidikkannya diserahkan kepada Kesyahbandaran Tanjung Perak, Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, mengapresiasi tim gabungan EFQR Lantamal V dan Dispamal yang berhasil mengamankan tindakan pelanggaran ini, dan kapal ini sudah menjadi target lama dari Dispamal Mabesal.

Sebagaimana diketahui, Satuan tugas (Satgas) EFQR Lantamal V ini dibentuk untuk dapat merespon dengan cepat permasalahan di wilayah perairan Lantamal V yang dilengkapi sistem pengamanan dan komunikasi memadai serta didukung alat deteksi modern.

“Dengan maraknya perompakan, pembajakan, tindakan kekerasan, perampasan dan penyelundupan serta tindakan kejahatan lainnya, memerlukan perhatian yang serius khususnya di wilayah kerja Lantamal V,” ungkap Danlantamal V.

Oleh karena itu pihaknya bersama-sama berkomitmen untuk menindak tegas dan memberantas semua bentuk kejahatan di laut dan menindaklanjuti dengan aksi segera apabila ada kejadian atau kejahatan dan kecelakaan di laut yang diakibatkan cuaca buruk maupun human error.

Khusus untuk penanganan kasus kapal tanker MT Ferimas Agung Incomerita, akan diserahkan ke pihak-pihak yang berwenang sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Saya berharap, dengan tertangkapnya kapal ini, akan membuat jera pihak manapun yang akan berbuat curang di wilayah Lantamal V terutama di APBS dan APTS, dan bagi prajurit Lantamal V semakin meningkatkan kewaspadaan untuk tidak kecolongan dan melakukan patroli laut secara terencana dan tepat sasaran,” pintanya.(nik/asb)