Isobutanol : Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Bumi

Isobutanol : Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Bumi

Isobutanol mempunyai kualitas lebih tinggi dari ethanol, dengan potensi yang lebih menjanjikan dibanding dengan biofuel lainnya


AMERIKA - Kenaikan harga minyak yang tidak bisa dikendalikan serta menipisnya cadangannya, sudah jauh-jauh hari disikapi oleh pemerintah Amerika Serikat dengan mendukung sepenuhnya riset-riset yang bertujuan untuk mencari energi alternatif pengganti minyak bumi.

Selain berita tentang kekacauan yang terjadi di Timur Tengah, ada sebuah berita baik yang baru-baru ini dirilis oleh BioEnergy Science Center (BESC), sebuah lembaga riset di bawah Departemen Energi AS, tentang berhasil ditemukannya metode yang lebih sederhana untuk menghasilkan isobutanol dari biomassa. Hasil riset tersebut juga dipublikasikan di Applied and environmental microbiology

Bakteri masih menjadi andalan untuk melakukan fungsi penguraian biomassa. BESC menggunakannya untuk mempersingkat tahapan proses mengurai selulosa menjadi isobutanol menjadi satu tahap.

Riset yang sebelumnya telah dilakukan UCLA menjadi langkah awal bagi lembaga riset tersebut untuk mencapai keberhasilan yang pertama kalinya, mengingat untuk mengurai selulosa jauh lebih sulit dibandingkan jagung atau tebu.

Kondisi ini membutuhkan beberapa tahapan dan otomatis biaya produksi juga meningkat. Bakteri yang dipilih juga bukan sembarang bakteri. BESC lebih menyukai menggunakan Clostridium Cellulolitycum yang telah menjadi bagian dari berbagai riset bioteknologi.

Bakteri tersebut tidak akan begitu saja menghasilkan isobutanol, tanpa melalui proses rekayasa genetika, karena sebagian besar dari jenisnya menghasilkan ethanol dan sebagian lainnya menghasilkan butanol.

Riset yang dilakukan BESC membuka kemungkinan pemakaian isobutanol menjadi bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi menjadi lebih cepat, karena cukup dengan mesin lama yang sudah ada, mobil berbahan bakar isobutanol bisa berjalan sama seperti menggunakan bahan bakar minyak.(c8/lik)

"Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik."
Pierre de Coubertin