RAZIA: Ditjen SDPPI Dapati Perangkat Tak Berizin

RAZIA: Ditjen SDPPI Dapati Perangkat Tak Berizin

JAKARTA - Kementerian Kominfo , khususnya Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), menggelar operasi penertiban secara mendadak terhadap sejumlah pusat perdagangan alat dan perangkat telekomunikasi di Jakarta .

Operasi yang digelar (27/3) itu  terbagi dalam 2 tim gabungan yang para anggotanya terdiri dari Direktorat Pengendalian Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Subdit Monitoring dan Penertiban Perangkat Pos dan Informatika), Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Dinas Kominfo dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta, Balai Monitoring Spek rum F re kuensi Radio Jakarta, dan Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi.

Dalam siaran pers Kemenkominfo, Operasi itu berhasil mengamankan terhadap 14 perangkat telekomunikasi yang belum bersertifkat dari berbagai merk, yang terdiri dari 1 buah Ipad Mini 16GB, 1 buah Personal Access Network, 1 buah smartphone advan (vandroid T3i), 2 buah telepon satelit, 4 buah jammer, dan 5 buah Bluetooth Headset.

Dengan dilakukannya operasi penertiban ini diharapkan akan menjadi peringatan dan shock-therapy yang efektif bagi para pihak yang terkait dengan peredaran alat dan perangkat telekomunikasi untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

Selain itu dihimbau juga pada masyarakat umum untuk berhati-hati dalam melakukan pembelian alat dan perangkat telekomunikasi agar dipastikan perangkat tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat pada saat pembelian di tempat penjualannya.

Calon pembeli harus dapat memperoleh kepastian, bahwa suatu perangkat telekomunikasi yang akan dibeli telah disertifikasi dan diberi label oleh Kementerian Kominfo, baik secara manual yang ditempelkan pada perangkat atau kotak kardus kemasan maupun secara digital di dalam perangkat yang bersangkutan, yang dapat diketahui saat perangkat tersebut dinyalakan.

Untuk selanjutnya Ditjen SDPPI akan terus melanjutkan kegiatan operasi penertiban di kota-kota lain pada waktu mendatang atau mungkin saja kembali dilakukan di Jakarta secara mendadak mengingat dugaan kemungkinan peredaran dan perdagangan alat dan perangkat telekomunikasi illegal di Jakarta cukup tinggi, baik yang kemungkinan berasal dari penyelundukan maupun yang sengaja diperdagangkan tanpa melalui prosedur pengujian dan sertifikasi dari Kementerian Kominfo.

Dengan demikian, tujuan penertiban seperti itu, selain untuk mendorong kepatuhan hukum, juga untuk memberikan perlindungan pada konsumen.

Dasar operasi penertiban tersebut adalah UU No. 36 tentang Telekomunikasi, PP No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, dan Peraturan Menteri Kominfo No.29/PER/M.KOMINFO/8/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.

Ketiga regulasi tersebut pada intinya menyebutkan bahwa seluruh perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, digunakan, dan atau diperdagangkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan yang berlaku, dalam hal ini adalah persyaratan adanya sertifikasi perangkat telekomunikasi . (C2/PR)

"Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik."
Pierre de Coubertin