Tega bunuh anak kandung, pria pengangguran ini diduga sakit jiwa

Surabaya – Peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh Panji Adi Saputro, terhadap anak kandungnya yang baru berumur 16 bulan hingga tewas tergolong sadis.

Aksi nekad yang dilakukan Adi, membuat kepolisian kesulitan untuk mengungkap motif dari penganiayaan yang dilakukan pria 33 tahun itu.

Baca juga : Sadis, bayi ini tewas dibunuh bapak kandungnya

Dalam kasus ini, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan mengatakan, bapak pengangguran itu diduga mengidap kelainan jiwa.

Mayat Gio saat di autopsi di RS Unair, Surabaya.

“Pelaku diduga menderita kelainan jiwa atau psikotik. Gangguan jiwa disebabkan karena individu ini dalam melihat kenyataan ini berbeda,” kata Rudi saat merilis kasus penganiayaan itu di Polsek Tambaksari, Rabu, (10/01).

Psikotik sendiri, lanjut Rudi, biasanya ditandai dengan halusinasi atau perbedaan perilaku-perilaku aneh, mencurigakan, ketakutan dan sebagainya.

Sementara itu, dari hasil autopsi terhadap mayat Gio Rosid Mawardi, bayi malang ini meninggal karena benturan di tulang kepala bagian depan.

Gio diduga dibenturkan dilantai, petugas juga mendapati beberapa sumbutan rokok dibagian tubuh korban.

“Kita melakukan penahanan terhadap pelaku dan kita telah berkoordinasi dengan pihak RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku,” lanjutnya Rudi.

Hasil sementara yang didapat, Adi memang diduga menderita kelainan jiwa, dan sudah cukup berbahaya sehingga harus segera dilakukan penahanan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Adi tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga meregang nyawa.

Aksinya terbongkar setelah adik perempuannya Rahmah datang dan memaksa masuk karena pintu rumah dikunci.

Setelah Rahmah berhasil masuk, hal mengejutkan pun terjadi. Rahmah mendapati Gio keponakannya dalam keadaan telungkup dengan kondisi kepala mengeluarkan darah.

Sontak Rahmah berlari keluar dan berteriak minta tolong. Teriakan itu yang kemudian juga didengar oleh Anik.

Anik kemudian ikut masuk dan segera menolong Gio, membawanya ke RS Unair, Surabaya.(asb)