Tax Center, Jurus Baru KPP Pratama Tuban Tingkatkan Sadar Pajak

Tuban – Besar harapan KPP Pratama Tuban untuk terus berinovasi dalam menjalankan roda perpajakan agar sadar pajak meningkat. Kali ini, jurus jitu dilayangkannya melalui Tax Center dengan menggandeng Unirow Tuban selaku basis Mahasiswa di Tuban.

Sasaran Mahasiswa ssngaja dipilih sebagai bentuk rudal sosialisasi musim milenial. Dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal, diyakini mampu menumbuhkan kepercayaan mayarakat akan sadar terhadap pajak.

Dibentuknya duta pajak mahasiswa dan membuka kantor pelayanan Tax Center di kampus Bumi Ronggolawe, diharapkan target sadar membayar pajak bisa terpenuhi.

Kepala Kanwil DJP Jawa Timur Neilmaldrin Noor mengatakan, penerapan dan penguatan edukasi kesadaran pajak terhadap perguruan tinggi telah diatur dalam undang- undang.

Melalui program ini, mereka para mahasiswa juga nantinya ikut berpartisipasi menyuarakan kepada masyarakat khususnya Tuban agar membayar pajak ke pemerintah, melalui kegiatan edukasi.

“Perhitungan Nasional kita sudah besar peningkatannya. Apalagi kemaren ada PP no 23 Tahun 2018. Peraturan yang baru diberlakukan mulai 1 Juli 2018 itu memuat tentang Pajak Penghasilan atas omset yang diperoleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan tarif pajak yang hanya 0.5% dari omset yang diterima pengusaha selama 1 bulan. Wajib pajak di Jatim ini memang sudah mengalami kemajuan, ada sekitar 80 ribu lebih,” Jelasnya, Selasa (25/9).

Senada juga disampaikan Kepala KPP Pratama Tuban, Eko Radnasi Susetio Bajwa dalam kegiatannya nanti Tax Center akan melakukan banyak sosialisasi terhadap wajib pajak.

Baik dari kalangan mahasiswa atau bukan. Bisa melalui radio kampus, konsultasi langsung, lomba penulisan artikel Perpajakan hingga karya ilmiyah.

“Informasi pajak bisa disini, sinergi dengan KPP Pratama nanti bisa. Karena kita akan terus melakukan sosialisasi agar sadar pajak bisa lebih maksimal,” terangnya.

Sementara itu, Rektor unirow Tuban, Supiana Dian Nurtjahyani juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat bagus pergunaannya. Selain sebagai motor penggerak sadar pajak, Mahasiswa juga akan faham akan pajk. Sebb, nantinya di semua Program Studi mahasiswa akan diadakan materi perpajakan.

Program ini, lanjut dia, juga sudah disepakati oleh kemenrisek-dikti, agar setiap fakultas dan prodi pendidikan wajib disisipi mata kuliah perpajakan, yang bertujuan dapat membekali diri mereka selepas mengenyam di bangku perkuliahan.

Mereka yang sudah mengerti, jika dikemudian hari ingin membuka usaha maka sudah pasti kewajiban membayar pajak akan dipenuhi. Berbeda dengan masyarakat yang masih belum faham.

Lebih lanjut ia mengatakan, upaya bersama DJP dengan Kementerian Pendidikan dan Kemenristek Dikti, selaku pihak yang membidangi pendidikan untuk menambah kesadaran pajak kepada peserta didik dan tenaga pendidik melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam pendidikan.

“jelas nanti akan disemua Prodi diajarkan, sejak sementer ini sudah jalan, ” singkatnya. (Afi).