Tangkap Pengedar Sabu dari Aceh, BNNP Jatim Tembak Mati Satu Bandar

Wartapedia, Surabaya. Satu diantara 3 orang target operasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) ditembak mati.

Tindakan tegas tersebut dilakukan lantaran pada saat bandar Narkotika Golongan I jenis Sabu-sabu ini berusaha merampas senjata api milik anggota.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jatim, Ajun Komisaris Besar Wisnu Chandra mengatakan, sebelumnya pihak BNNP Jatim menangkap 2 orang kurir di sebuah hotel di Jalan Diponegoro Surabaya. Jumat, 11 Agustus 2017.

Mereka adalah Irwandi (29) asal Dusun Teungoh, Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, dan Abdul Munir (43) asal Dusun Keudee, Ulee Titi-Seunuddon Kabupaten Aceh Utara.

“Tersangka adalah perantara, penerima atau setidaknya menguasai narkotika jenis sabu-sabu. Tersangka membawa narkotika jenis sabu yang telah dibungkus plastik dimasukkan ke dalam in sole sepatu kanan dan kiri untuk menghindari pemeriksaan petugas,” kata Wisnu, Jumat malam (11/08).

Wisnu menuturkan, berdasarkan informasi intelijen BNNP Jatim tentang adanya upaya pengiriman narkotika yang berulang kali dilakukan oleh jaringan Aceh.

Setelah dilakukan survailance dan observasi maka, kecurigaan terfokus terhadap penumpang bernama Norlisa dengan nomor penerbangan JT970 route KNO-SUB.

Berdasarkan profilling personal menunjukkan adanya kejanggalan gestur tubuh. Maka petugas BNNP Jatim segera melakukan tindakan pendalaman dan segera melakukan penangkapan dan penggeledahan sesaat setelah kedua tersangka check in di hotel Oval Jalan Diponegoro, Surabaya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan 4 bungkus kristal putih diduga sabu-sabu,” tutur Wisnu.

Setelah itu kedua tersangka mendapat telepon dari seseorang yang mengatakan akan menjemput barang tersebut. Maka tersangka diarahkan untuk melakukan teknik penyerahan yang diawasi.

Sesaat setelah barang bukti diserah terimakan, maka terhadap penerima bernama Dwi Boedy Santoso (50) asal Jalan Hangtuah, Sidoklumpuk, Sidoarjo segera dilakukan penangkapan.

Dari penangkapan terhadap Boedy inilah, kemudian petugas melanjutkan dengan penunjukan save house yang masih berada di Sidoarjo. Namun sayang, tersangka Boedy mengelak memiliki save house.

Petugas tidak percaya begitu saja, sehingga dilakukanlah penggeledahan dirumahnya, yang berlanjut pada temuan satu bungkus kristal putih diduga narkotika jenis sabu-sabu seberat 600 gram.

“Akhirnya tersangka mau menunjukkan save house yang menurut pengakuannya masih disekitar Sidoarjo. Saat berjalan menuju save house, tersangka berusaha merebut senjata api petugas sehingga terpaksa kami lumpuhkan,” ujar Wisnu.

Setelah mendapat timah panas dari petugas, seketika Boedy terkapar dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Sayangnya nyawa Boedy tidak tertolong ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut.

Lebih lanjut Wisnu mengungkapkan, para pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu ini, memasok kristal haram dari China. Menurutnya, barang di kirim melalui Malaysia. Dari Malaysia barang masuk ke Aceh.

Dari Aceh inilah barang singgah di Medan, dan baru di kirim ke wilayah Jawa Timur melalui jalur darat dan udara. Dalam kasus ini, Wisnu tidak menampik bahwa memang banyak jaringan peredaran narkotika asal Aceh.

“Mudah-mudahn kita bisa mengungkap jaringan yang lainnya. Doakan saja,” tutupnya.

Dari hasil ungkap kasus ini pun, petugas menyita barang bukti berupa 5 bungkus narkotika jenis sabu-sabu berat total bruto 2.600 gram, 4 buah HP, 2 buah pasang sepatu, 1 buah boarding pass Lion air JT970 atas nama Irwandi.

Tersangka pada kasus ini terancam pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan atau paling lama 20 tahun.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri