Tangkap 6 Bandar, Polrestabes Surabaya Sita 4,8 Juta Butir Pil Koplo

Surabaya – Sebanyak 4.896.000 pil double L atau yang biasa disebut sebagai pil koplo, disita Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tak hanya jutaan pil koplo, enam orang tersangka yang ditengarai terlibat dalam peredaran pil koplo turut diamankan.

Keenam orang itu adalah EN, (34); AL, (47); MT, (25), ketiga orang sama-sama warga Surabaya; dan EO, (25); ST, (35), keduanya asal Kelapa Gading, Jakarta Utara; serta TD, (24) asal Tangerang. Terungkapnya indsutri pil koplo ini sendiri merupakan pengembangan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Rudi Setiawan saat merilis hasil ungkap industri pil koplo ini mengatakan, pengembangan kasus dari BNN kota Surabaya tersebut ditindaklanjuti oleh Opsnal Polsek Tegalsari. Anggota menerima informasi bahwa akan ada pengiriman pil koplo.

Rencana pengiriman pil koplo akan dilakukan melalui ekspedisi kereta api di wilayah Surabaya, dengan cara transaksi yang dilakukan oleh EO (DPO/Jakarta). Setelah itu tim Opsnal melakukan profiling identitas EO. Petugas melakukan pengecekan lokasi sekitar alamat rumah.

“Setelah mendapat kepastian maka dilakukan pengembangan terkait jaringan peredaran pil koplo di wilayah Surabaya dan area Jawa Timur. Sesampainya di Jakarta tim opsnal melakukan identifikasi tempat pengiriman dan jarak seputaran tempat tinggal EO,” kata Rudi, Senin, (23/04).

Setelah dilakukan tracking oleh anggota melalui nomor handphone EO, diketahui ada pergerakan menuju tempat ekspedisi. Maka tim segera melakukan penangkapan terhadap EO. Sedangkan jaringan lainnya, yaitu EN dan AL dapat ditangkap di dua tempat, yaitu di Karang Rejo dan Gubeng Airlangga.

EN sendiri lebih dulu ditangkap, yaitu pada hari Rabu, 14 Maret 2018  sewaktu berada indekosnya Jl. Karangrejo, Surabaya. Dari EN inilah, petugas menyita barang bukti sebanyak 3 dos pil koplo isi 308.000 butir. Kepada petugas, EN mengaku barang tersebut didapat dari AL.

Selanjutnya  pada hari, Kamis, 15 Maret 2018 di Jl. Gubeng Kertajaya, Surabaya, AL dapat diamankan. Saat diinterogasi, AL mengaku mendapatkan pil koplo dengan cara membeli dari JK (DPO). Pembelian dari JK ini di pasok melalui ekspedisi di Jl. Dupak, Surabaya.

Sedangkan apabila barang sudah datang, maka diambil oleh EW selaku kurir. Namun sebelumnya, salah satu jaringan lain yang berhasil ditangkap bernama MT  di Rungkut Surabaya dengan barang bukti 84 plastik pil koplo jenis double L. Dari keterangannya, dia menjual pil tersebut kepada NF.

“Kemudian dilakukan pengembangan, semua barang mengarah ke EO di Jakarta. Setelah tim mendapatkan data yang lengkap dan informasi akurat akan ada pengiriman pil koplo berlabel vitamin C lagi, kemudian Kapolsek Tegalsari mengirimkan tim ke Jakarta,” terang Rudi.

Selanjutnya, pada hari Minggu, 27 Maret 2018, sekitar pukul 09.30 WIB, EO dapat ditangkap sewaktu di depan ekspedisi Jl. Kampung Badan, Pademangan Jakarta Utara. Dari EO inilah petugas juga dapat menyita barang bukti sebanyak 10 dos pil koplo berisi 1 juta butir.

EO mengaku bahwa 1 juta pil koplo ini adalah milik ST. Berdasarkan infomasi ini juga, petugas selanjutnya dapat menangkap ST dirumahnya sekitar pukul 11.30 WIB. Beruntungnya lagi, pada saat perjalanan menuju kembali ke Surabaya, petugas kembali mendapati informasi pengiriman pil koplo.

Rencana pengiriman pil koplo ini lagi, diketahui pada saat anggota sampai di Cirebon, dan mengetahui adanya SMS di handphone EO, bahwa akan ada pengiriman lagi dari Bandung ke Jakarta sebanyak 35 dus dengan isi sebanyak 3,5 juta pil koplo.

“Rencananya barang ini juga akan dikirim ke Surabaya dari sesorang bernama TD,” tukas mantan Dirreskrimsus Polda Sumatera Selatan ini.

Tim sidik pun kembali dikirim ke Jakarta, dan berhasil menyita barang bukti 35 dos berisi 3,5 juta butir pil koplo. 3,5 juta pil koplo ini sendiri akan dikirim melalui ekspedisi Wibowo Jakarta Utara. Secara keseluruhan, barang bukti dari jaringan yang berhasil diungkap ini, dikemas dalam bentuk kemasan berlabel vitamin B.(asb)