Tanggapi Kekhawatiran Masyarakat, Dinkes Jatim Bentuk Tim Pemantau Efek Imunisasi

Wartapedia, Surabaya. Agar tak kembali terulang kasus yang serupa, seorang bayi yang mengalami lumpuh di duga usai menjalani imunisasi MR (Measles dan Rubella) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur (Jatim) Tim Pemantau Efek Imunisasi (TPEI) pada program Pekan Imunisasi MR.

Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, tim ini telah dibentuk dari tingkat pusat hingga tingkat Kabupaten Kota. Tim tersebut terdiri dari pakar-pakar, spesialis anak, dan lain-lain. Kasus lumpuhnya bayi di Blitar yang diduga usai menjalani imunisasi MR, menjadi kekhawatiran dan ketakutan sendiri bagi orang tua.

Namun hal itu di bantah oleh Kohar Hari Santoso. Dia menuturkan, setelah dilakukan evaluasi oleh tim, kasus tersebut adalah Co-Ensiden, yakni kejadian yang menimpa secara bersamaan, berdekatan dengan imunisasi. Jadi setelah dilakukan imunisasi, kemudian bayi tersebut mengalami diare hingga dehidrasi.

“Kehilangan cairan yang cukup banyak, sehingga menyebabkan kondisi yang cukup fatal,” kata Kohar, Jumat (25/08/2017).

Menurutnya, secara umum, imunisasi ini tidak menyebabkan diare yang berlebihan. Untuk itu dari analisa tim, menghasilkan bayi tersebut mengalami Co-Ensiden, bukan akibat pemberian imunisasi MR. Dipaparkannya, jika kelumpuhan yang menimpa bayi tersebut bisa disebabkan beberapa faktor.

Salah satunya adalah penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS) adalah kondisi langka yang disebabkan oleh sistem imun yang menyerang sebagian sistem saraf periferal.

“Adalah kelumpuhan menyebabkan semua otot lemas, termasuk otot pernafasan. Kalau sampai naik ke otot pernafasan ya gak bisa nafas,” paparnya.

Pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua untuk tidak perlu khawatir dan resah. Orang tua diminta terus memantau anak yang telah di imunisasi. Gejala yang menyertai adalah panas hanya sehari, lebih dari itu diminta menghubungi tenaga kesehatan terdekat.(nik/asb)