Subhanallah, Pedagang Sayur Naik Haji, Begini Ceritanya

Wartapedia, Surabaya. Kisah mengharukan muncul dari seorang pria bernama Rudianto (38) asal kota Malang, Jawa Timur. Kisah haru yang mengagumkan adalah bagaimana dirinya yang hanya seorang penjual, dapat pergi ke tanah suci Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Takdir Allah SWT memang tak memandang siapa. Namun semua itu, juga tak lepas dari yang namanya usaha.

Dalam kesempatan khusus di asrama haji Sukolilo, Surabaya, Rudianto menceritakan segelintir kisah bagaimana awal mula dia bisa menunaikan ibadah haji. Di hadapan sejumlah wartawan yang datang meliput, dana haji diperolehnya dari hasil tabungan yang bahkan istrinya sendiri pun tidak mengetahui tempat dia menyimpan uang.

Dari hasil pekerjaan yang dalam kesehariannya hanya berjualan sayur, Rudianto menyisihkan uang sebesar Rp. 10 ribu dari keuntungan yang didapatnya. Hasil keringatnya itu, dia simpan di sela pintu rumah yang terbuat dari tripleks sejak tahun 2009 lalu. Rudianto mengaku, itu dilakukannya setiap hari tanpa sepengetahuan istrinya dan anaknya.

“Antara 2009 mulai nyelengin (menabung, red). Pertama ya 10 ribu, 10 ribu begitu,” ujarnya, Rabu (09/08/17).

Rudianto menuturkan, niatnya untuk bisa pergi melaksanakan ibadah haji sudah dimilikinya semenjak dari kecil. Namun apalah daya, faktor ekonomi yang di rasa tidak memungkinkan, membuat Rudianto hanya bisa berdoa, dan memohon kepada Yang Maha Kuasa, dengan tetap melakukan usaha meski hanya terlahir dari keluarga petani.

Rudianto sendiri mengaku, usahanya sebagai pedagang sayur dirintisnya semenjak dirinya menikah. Usahanya pun semakin hari semakin lancar. Akan tetapi, kelancaran itu pun tidak membuatnya terbuai dan terus berusaha untuk dapat mewujudkan cita-citanya, dengan menambah tabungan dari Rp. 10 ke Rp. 20 ribu.

“Nyimpene nak lawang tripleks, dilebokno titik-titik, ngoten niku, (menyimpannya di dalam pintu tripleks, dimasukkan sedikit demi sedikit, seperti itu, red),” ceritanya.

Setelah uang terkumpul, Rudianto pun membongkar pintu rumah yang dijadikannya tempat untuk menyimpan uang. Saat itu pun istri dan anaknya terkejut melihat hasil tabungan Rudianto yang terkumpul hingga Rp. 15 juta. Uang itu lalu dibuatnya untuk membuka tabungan haji, dan terus melanjutkan usaha untuk menambah jumlah tabungan.

“Tambahannya ya cari lagi, nyelengi lagi,” katanya.

Selama ibadah haji nanti, dirinya berharap keluarganya juga dapat menyusul ke tanah suci. Karena kali ini dia hanya berangkat sendiri, dan meninggalkan istri serta dua anaknya, lantaran terkendala biaya yang hanya cukup untuk satu orang.

Rudianto merupakan warga desa Bakalan Krajan, Labuhan Ketapang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dia tercatat sebagai salah satu jamaah calon haji asal Kota Malang, yang tergabung dalam kloter 40.(nik/asb)

Oleh : Achmad Syaiful Bahri