TKLHK : Minim, Asuransi Tenaga Informal

TKLHK : Minim, Asuransi Tenaga Informal

Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja (TKLHK) atau pekerja informal di Jabar jumlahnya lumayan besar, namun baru sebagian kecil yang diasuransikan di Jamsostek

BANDUNG - Kepesertaan tenaga kerja luar hubungan kerja (TKLHK) masih sangat kecil padahal resiko pekerjaan yang dihadapi cukup besar.

Kepala Kanwil IV PT Jamsostek Jabar dan Banten Ilyas Lubis menegaskan kepesertaan pekerja informal atau tenaga kerja luar hubungan kerja (TKLHK) akan mendapatkan manfaat yang sama dengan peserta jamsostek lainnya.

"Bedanya, pekerja informal masuk secara sukarela dan iurannya bisa dipilih sesuai kemampuan. Namun pelayanan sama diberikan," tegas dia.

Tukang ojek yang setiap hari berkendara mengantar penumpang di jalan raya sangat besar akan kemungkinan kecelakaan, namun belum ada yang ikut program asuransi.

"Padahal jika ikut asuransi, keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan klaim asuransi, uangnya dapat digunakan untuk memulai usaha sebagai sumber penghasilan baru, sehingga terhindar dari pemiskinan karena ditinggalkan kepala keluarga."

Lumban Gaol, Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dari Kementrian Nakertrans mengatakan kepesertaan TKLHK pada Jamsostek masih sangat kecil, yakni sekitar 553.000 orang. Padahal, potensi TKLHK cukup tinggi yakni mencapai 31,7 juta secara nasional.

"Jabar merupakan daerah dengan jumlah TKLHK yang terbesar, yakni 14 juta. Sehingga kementrian menyambut baik langkah sosialisasi ini."

Dia juga meminta kepada Jamsostek untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta terutama terkait pemberian klaim asuransi.Guh

"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya."
Frischboten