BLK: Pelatihan Kerja Masuk Sub Program Pendidikan

BLK: Pelatihan Kerja Masuk Sub Program Pendidikan

Untuk mendorong revitalisasi BLK dibutuhkan sinergi Kemenakertrans dengan Kemendiknas. Salah satunya lewat dengan mengalihkan sebagian anggaran pendidikan untuk diklat dan pelatihan kerja
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Muhaimin Iskandar

JAKARTA - Sebagai langkah awal sekitar 5 trilyun akan anggaran pendidikan diharapkan dapat dialihkan ke dalam program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dan pelatihan kerja. Kerja sama ini sedang disusun dalam kerangka teknis pelaksanaan.

Menakertrans mengatakan saat ini pihaknya sedang berusaha agar pelatihan BLK bisa masuk menjadi sub program pada sistem pendidikan nasional (Sisdiknas), sehingga anggaran untuk pelatihan di BLK dapat ditambah dari anggaran pendidikan.

Ada tiga komponen penting dalam menjalankan revitalisasi  BLK, yakni orientasi yang jelas, infrastruktur peralatan dan instruktur yang berkualitas." ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar saat menghadiri Temu Alumni Pelatihan dan Stakeholder di Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Serang, Banten pada Rabu (25/8).

”Agar keberadaan BLK lebih optimal, perencanaan awal harus dilakukan dengan matang serta  tujuan dan programnya terukur. Bukan Sedangkan tahapan lainnya  adalah memaksimalkan fungsi BLK melalui analisa orientasi kebutuhan dan potensi yang ada di daerah-daerah,” kata  Muhaimin Iskandar

Jenis pelatihan sesuai yang dibutuhkan di daerah masing-masing. Seperti pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektonik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan, serta lainnya.

Saat ini  terdapat 11 BLK UPTP (Unit Pelaksana Teknis Pusat) milik Kemenakertrans  kondisinya sangat baik dan menjadi  center of exellence, namun masih terdapat 208 BLK Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang dikelola pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang kondisi masih perlu diperbaiki.

Dalam kesempatan Ini Menakertrans menyaksikan penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) antara Dirjen Binalattas yang diwakili Plt. Dirjen Binalattas, Abdul Wahab Bangkona dengan Direktur Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta yang diwakili Wakil Direktur ATMI, JB Clay Pareira.

Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam peningkatan  kompetensi instruktur dan implementasi teknologi computerized numerical control (CNC) pada BLK Unit Pelaksana Teknis Pusat  Kemenakertarns.

Selain itu Menakertrans pun menyerahkan piagam penghargaan kepada PT Komatsu Indonesia, PT Indah Kiat dan PT Alphacon Valvindo yang telah bekerja sama dengan BBLKI Serang dalam mengembangkan program pelatihan dan penempatan lulusan pelatihan berbasis kompetensi.(c7/pr)

"Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.
M.Nazaruddin