Kedelai Melonjak, Koperasi Di Izinkan Impor Kedelai

Kedelai Melonjak, Koperasi Di Izinkan Impor Kedelai

Selain membuka kran bagi koperasi untuk melakukan impor kedelai, menurut Menko Perekonomian, pemerintah juga membebaskan bea masuk lima persen hingga akhir tahun 2012 ini

JAKARTA - Melonjaknya harga kedelai yang kini sudah mencapai Rp 8.000/Kg dari tahun lalu sebesar Rp 3.800/Kg membuat pemerintah mengambil langkah aktif dengan memberikan dan memfasilitasi keleluasan kepada Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe untuk mengimpor langsung kedelai.

“Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) akan memberikan fasilitas bagi koperasi untuk bisa mengimpor langsung kedelai itu,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu (25/7) pagi, Seperti dilansir laman setkab.

Selain membuka kran bagi koperasi untuk melakukan impor kedelai, menurut Menko Perekonomian, pemerintah juga membebaskan bea masuk lima persen hingga akhir tahun 2012 ini.

"Saya berharap dengan dibebaskannya bea masuk ini, harga kedelai akan bisa segera turun sekurang-kurangnya sama dengan fasilitas yang diberikan pemerintah" harapnya

“Kementerian Perdagangan juga telah melakukan pembicaraan dengan pengimpor kedelai untuk tidak mengambil keuntungan yang tinggi di dalam situasi kedelai dunia yang sedang mendapatkan persoalan karena kekeringan dan China mengimpor kedelai yang sangat besar lebih dari 60 juta ton,” lanjut Hatta.

Menko Perekonomian mengajak semua pihak untuk terus mendorong petani-petani kedelai kita untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan, situasi keadaan dunia yang sedang kekurangan ini.

Menurut Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, sejak tahun 1975, Indonesia menjadi negara pengimpor kedelai, yaitu sekitar 607.40 ribu ton atau senilai 180.60 juta dollar AS pada tahun 1995.

Bahkan Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura memprediksi pada tahun tahun berikutnya  akan terjadi kekurangan kedelai 1.12 juta ton, dimana ketergantungan penyediaan pangan nasional, terhadap Pulau Jawa cukup tinggi (sekitar 65%), karena adanya kesenjangan teknologi.

Sebelumnya luas areal panen kedelai mencapai 1.12 juta hektar, dengan produksi 1.36 juta ton, dan produktivitas 1.21 ton/hektar. (c8/lik)

"Pernah kudengar orang kampung bilang: sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya.
Robert Suurhorf