PKH 2012 : Disnakertransduk Jatim Tarik 2100 Pekerja Anak Ke Dunia Pendidikan

PKH 2012 : Disnakertransduk Jatim Tarik 2100 Pekerja Anak Ke Dunia Pendidikan

Pengurangan Pekerja Anak (PPA) ini merupakan bagian dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2012 di Jatim

SURABAYA - Dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2012 di Jatim, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim menargetkan pada tahun ini menarik sebanyak 2100 pekerja anak untuk masuk kedunia pendidikan.

“Tahun ini Jatim diberi alokasi anggaran untuk 16 kabupaten dengan harapan menarik 2.010 pekerja anak ke dunia pendidikan secara keseluruhan,” ujar Kepala Dinas Tanaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jatim, Dr Hary Soegiri MBA M.Si, di Surabaya, Jumat (25/5).

Hary menjabarkan, alokasi anggaran untuk 16 kabupaten itu sebagai berikut, Kabupaten Sidoarjo sebanyak 60 Pekerja Anak (PA), Kab Gresik 120 PA, Kab Lamongan 180 PA, Kab Jombang 210 PA, Kab Tuban 120 PA, Kab Bojonegoro 90 PA, Kab Madiun 120 PA, Kab Ngawi 90 PA, Kab Ponorogo 120 PA, Kab Pasuruan 150 PA, Kab Probolinggo 180 PA, Kab Bondowoso 120 PA, Kab Situbondo 60 PA, Kab Jember 120 PA.

"Pengurangan Pekerja Anak (PPA) ini merupakan bagian dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2012 di Jatim" jelasnya, Seperti dilansir laman kominfo jatim.

Tujuannya, mengurangi jumlah pekerja anak dari rumah tangga sangat miskin yang putus sekolah, terutama bekerja pada bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, kemudian ditarik dari tempat kerja melalui pendampingan di shelter untuk dikembalikan ke pendidikan.

Pendampingan di shelter itu, kata Hary, untuk diberikan motifasi agar anak siap kembali di dunia pendidikan melalui berbagai program yang ada pada instansi yang membidangi pendidikan.

“Program PPA PKH yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014 ini dirancang sebagai program yang terintegrasi dengan program PKH yang dalam pelaksanaanya melibatkan berbagi pihak, baik institusi pemerintah maupun non pemerintah,” paparnya. (c8/lik)

"Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik."
Pierre de Coubertin