ASTEK: Tenaga Kerja Informal Resmi Terima Jamsostek

ASTEK: Tenaga Kerja Informal Resmi Terima Jamsostek

Bupati Anas berjanji akan berusaha kerja bisa mengasuransikan seluruh rakyatnya

BANYUWANGI – Para tenaga kerja sektor informal seperti juru parkir, para kelompok tani penderes kelapa bisa merasa lega pasalnya kini mereka telah terdaftar dalam Jamsostek.

Bahkan, kartu Jamsosteknya diserahkan langsung Bupati Anas dalam pembukaan medical chek up (MCU) peserta jamsostek, yang digelar di Kantor Jamsostek, Kamis (19/4).

“Saya sangat senang dengan hal ini, karena ini bisa menambah kesejahteraan mereka. Dengan mengasuransikan dirinya, secara otomatis seluruh beban mereka sudah tertanggung. Mulai dari sakit hingga resiko yang fatal saat bekerja sudah ada yang menanngung,” kata Bupati, Seperti dilansir laman banyuwangikab.

Untuk asuransi ini sebenarnya tidak terlalu memberatkan bagi para peserta, karena dengan Rp 13.000 per bulan bagi tenaga sektor informal seperti petani penderes atau jukir dipastikan mampu membayar.

“Hanya dengn Rp 13.000 per bulan, mereka akan mendapatkan beberapa keuntungan yang diberikan Jamsostek. Untuk teknis Jamsostek harus sosialisasi apa saja yang bisa dicover bagi peserta Jamsostek,” kata Bupati Anas.

Kedepan, Bupati Anas berencana bisa mengasuransikan semua rakyat Banyuwangi. Saat ini Bupati Anas, sedang menghitung asuransi untuk rakyat, bahkan Bupati juga sedang bernegosiasi dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo agar bisa sharring menyediakan anggaran asuransi bagi masyarakat Jawa Timur.

“Setelah kita hitung, untuk bisa mengasurnasikan semua rakyat butuh dana sekitar Rp 45 miliar setiap tahun,” ungkap Bupati.

Meski demikian, Bupati Anas berjanji sebelum masa bhaktinya sebagai Bupati Banyuwangi berakhir 2015 nanti, Bupati Anas berjanji akan berusaha kerja bisa mengasuransikan seluruh rakyatnya.

“Sebelum pengabdian saya sebagai Bupati berkahir, saya targetkan rakyat Banyuwangi diasuransikan semua.” Ujarnya usai menyerahkan secara simbolis seragam dan rompi untuk juru parkir. (c8/lik)

"Kholifah tidak memiliki kekuasaan atau kedudukan apapun, kecuali sebagai figur seremonial saja."
Mustafa Kemal Atatürk