Sidang Lanjutan Dua Terdakwa Atlit Selancar Air Pengguna Sabu Berlangsung Tegang

Surabaya – Persidangan dua terdakwa kasus narkotika jenis sabu Kuswanto (33) warga Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak Kenjeran, Surabaya dan Moh Denand Fadel Bangsawan warga Gunung Anyar Surabaya, yang diketahui keduanya adalah sebagai Atlit Selancar Air berlangsung sedikit tegang.

Pasalnya, pada keterangan di hadapan majelis hakim, keduanya terlihat saling memberikan keterangan yang berbelit.

Terdakwa Denand dihadapan majelis hakim pada saat menjawab pertanyaan kuasa hukum, Sunarno Edi Wibowo mengutarakan jika hasil tes urine terdakwa Kuswanto awalnya positif namun kemudian berubah menjadi negatif.

Dari pertanyaan itu, terdakwa Denand lantas menanggapi jika hasil tes urine Laboratorium Forensik terdakwa Kuswanto dinyatakan positif.

“Sebenarnya hasil tes urin teman saya (Kiswanto) sama seperti saya, positif” ujar terdakwa Denand menjawab pertanyaan kuasa hukum Sunarno Edi Wibowo.

Tak hanya itu, terdakwa Denand juga mengaku jika pada saat penangkapan oleh tim Satreskoba, kepalanya ditodong memakai pistol oleh anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya. Tak hanya itu, Ia juga merasa dipaksa untuk mendatangani BAP atas keterangan yang telah diberikan pada saat penyidikan.

“Pada saat penangkapan kepala saya ditodong pakai senpi. Saya juga merasa dipaksa untuk menadatangani BAP, saya takut dipukul kalau tidak menandatanginya” ujarnya.

Sementara itu Kuasa Hukum terdakwa Kuswanto, Fariji SH menanyakan kepada Kuswanto jika hasil tes urine negatif diakui oleh terdakwa jika selama tujuh bulan dirinya tidak memakai narkotika jenis sabu. Tak hanya itu, Fariji menegaskan kepada Kuswanto jika keterangan yang diberikan di persidangan semuanya benar.

“Keterangan saya benar dan keterangan yang telah saya berikan tidak akan saya cabut” ujar terdakwa Kuswanto menjawab pertanyaan kuasa hukum Fariji SH.

Menanggapi jawaban tersebut, hakim anggota Jihad Arkanuddin akan memanggil saksi penyidik serta untuk dimintai keterangan atas jawaban terdakwa pada sidang pekan depan.

“Saya akan panggil penyidik” ujar Jihad Arkanuddin

Perlu diketahui sebelumnya, keduanya ditangkap oleh Satuan Reskoba Polrestabes Surabaya pada 14 November 2017 di depan cafe Breakshot Jln. Raya Kenjeran Surabaya setelah melakukan pembelian narkotika jenis sabu di daerah Pasar Sidotopo Surabaya.

Setelah diadakan penggeladahan oleh tim Reskoba yang terdiri dari enam orang ditemukan narkotika jenis sabu seberat 0,43 gram di dalam topi milik terdakwa Kuswanto.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Laboratorium Kriminalistik No. Lab 10526/NNF/2017 yang ditanda tangani oleh Arif Andi Setiawan, Luluk Muljani dan Aniswati Rofiah dengan kesimpulan bahwa barang bukti tersebut terdaftar dalam golongan satu bukan tanaman yang mengandung Metamfetamin.

Perbuatan terdakawa sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 112 ayat (1) nomor urut 61 Lampiran (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika Junto 55 ayat (1) KUHP. (dy/son)