Sediakan Gadis Dibawah Umur dari Bandung, Lima Mucikari Ditangkap

Surabaya – Praktik prostitusi yang menggunakan fasilitas situs jejaring sosial kembali diungkap Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. Berawal dari pendeteksian melalui sosial media Twitter, lima orang tersangka sebagai mucikari dapat diringkus.

Kelima orang ini adalah GG (26) Kampung Jaya Mekar Kel. Cipatik Kec. Cempelas, Bandung; ANY (23) Babakan, Ciseureh, Kel. Karasak, Kec. Astana Anyar, Bandung; FQ (24) Jl. Sangkuriang, Bandung; dan IR (19) Jl. Pamekar, Bandung.

Bersama dengan lima orang tersangka ini, petugas juga mengamankan delapan orang korban yang rata-rata masih dibawah umur. Para gadis remaja ini secara keseluruhan berasal dari Bandung, Jawa Barat, dan ditawarkan melalui Twitter.

Para korban ini diantaranya adalah YS (19) Jl. Ibrahim Aji; FNS (18) Jl. Kebon Gedang; NAS (17) Jl. Raden Muchtar; RS (16) Cimenyan; AN (17) Kebon Gedang; MR (21) Kampung Bojongkopo; SB (19) Kiara Condong; NB (19) Setrawangi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan saat merilis para tersangka dan korban mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan dan alat bukti, kelima tersangka diduga kuat telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Para tersangka menawarkan gadis-gadis dibawah umur ini melalui media sosial Twitter. Kemudian tersangka melayani chatting dengan para tamu laki-laki untuk menentukan tarif dan lokasi,” kata Rudi, Rabu, (14/02).

Awalnya, petugas menyelidiki postingan layanan seksual disebuah akun Twitter yang khusus datang dari Bandung. Saat diselidiki petugas mendapat informasi bahwa para gadis ini ditampung disebuah apartemen di kawasan Manyar, Surabaya.

Di apartemen tersebut, terdapat kamar lain yang digunakan khusus untuk melayani tamu hidung belang. Dalam layanan seks gadis asal kota hujan ini, oleh para mucikari dipatok dengan harga Rp. 1 juta perkencan. Hasilnya, dibagi rata-rata, yakni mucikari 50% dan korban 50%.

Dalam ungkap awal, petugas menangkap dua orang mucikari GG dan ANY. Dari kedua mucikari ini, tiga korban yaitu YS, FNS dan NAS mengaku sudah tiga kali menerima tamu. Petugas juga menyita barang bukti uang tunai Rp. 1,6 juta; tiket pesawat Bandung-Surabaya, HP Axio, HP Xiaomi, dan 1 pack sachet kondom.

Dari ungkap awal ini kemudian petugas mengembangkan penyelidikan, sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap jaringan lainnya. Petugas menangkap dua tersangka, yakni FQ dan IR dan mengamankan lima orang korban yaitu RS, AN, MR, SB, dan NB.

“Para tersangka membawa lima korban lain dari Bandung ke Surabaya, dan ditampung di tiga unit apartemen di Surabaya. Selanjutnya dengan modus yang sama, mereka ditawarkan melalui sosial media,” terang Rudi.

Dari hasil ungkap lanjutan ini, petugas menyita barang bukti 8 unit HP, 2 tube V-gel, 1 kondom bekas pakai, 5 kondom baru merek durex, dan uang tunai Rp. 300 ribu. Kelima mucikari ini pun kini dijerat dengan Pasal 2 KUHP dan Pasal 17 KUHP UU nomor 21 tahun 2007.(asb)