Satreskrim Polrestabes Surabaya tangkap pelaku penipuan beromzet milyaran rupiah

Kombes Pol. Mohammad Iqbal didampingi AKBP Leonard Sinambela saat menggelar press releast 8 pelaku penipuan.

Wartapedia, Surabaya. Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar (Satreskrim Polrestabes) Surabaya berhasil mengungkap jaringan pelaku penipuan berskala nasional. Modus penipuan yang  terungkap 21 Oktober 2017 lalu ini, ialah dengan menyebar brosur, kupon berhadiah dan surat-surat penting yang seolah hilang untuk memperdaya calon korban.

Setelah mendapat laporan dari seorang korban bernama Marsiah, warga JaIan Bogen Surabaya, Satreskirm Polrestabes Surabaya yang di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKBP Leonard Sinambela, bergerak cepat dengan segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan petunjuk yang ada, identitas 8 orang pelaku pun dikantongi.

Para pelaku itu sendiri antara lain adalah Irsan Petang, (34); Muh. Yusuf, (36); Reno Firmansyah, (32); Suryadi (30); Jum Agus (40); Abdul Malik (41); Adi (30); dan Safri (47). Kedelapan pelaku ini sama-sama berasal dari , Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Dalam melancarkan aksinya, mereka saling membagi tugas dan memainkan peran masing-masing.

Sejumlah barang bukti yang disita Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Peran dari masing-masing komplotan penipu ini adalah Irsan Petang, Muh. Yusuf, Reno Firmansyah, Suryadi, dan Jum Agus bertugas sebagai operator yang berkomunikasi dan memandu korban untuk ke ATM. Sedangkan Abdul Malik berperan sebagai penyedia tempat berikut sarana dan prasarananya, dan Safri bertugas melipat serta memasukkan dokumen palsu kedalam amplop wama cokelat.

Sementara itu, Adi bertugas meletakan dokumen palsu dijalan-jalan area Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, dan berbagai tempat lainnya. Peletakan dokumen palsu inilah yang kemudian menjadi alat untuk menarik korban untuk menghubungi para pelaku ke nomor telepon yang sudah tertera dalam dokumen itu atau kupon undian berhadiah.

Apabila ada korban yang terpancing untuk menelepon, maka pelaku yang bertugas untuk menggiring korban mulai memainkan aksi. Korban di giring dan diarahkan ke ATM untuk melakukan transaksi, yakni transfer uang untuk dapatkan hadiah yang diinginkan. Biasanya, pelaku mengiming-iming korban dengan hadiah uang sebesar Rp. 100 juta.

“Kejahatan ini sangat meresahkan masyarakat. Saya pun, Kapolres, sering mendapat telepon, sering sekali, mungkin teman-teman juga, mendapat telepon dari para penipu-penipu ini,” ujar Kapolrestabes Surabaya, kombes Pol. Mohammad Iqbal, Minggu (29/10/2017).

Dalam jumpa persnya, Iqbal menyampaikan, bahwa ini merupakan suatu bukti keseriusan Kepolisian dalam mengungkap kasus yang sangat meresahkan. Sebab, aksi para pelaku ini sudah berlangsung lama. Untuk di Surabaya sendiri, para pelaku ini sudah beraksi sejak empat tahun terakhir dengan hasil penipuan yang sudah mencapai miliaran rupiah.

“Tiga hari kita bergerak cepat ketika satu masyarakat lapor, dan pak Leo (Kasat Reskrim, red) membentuk tim dan menemukan bukti-bukti petunjuk yang ada itu, kita lakukan penyelidikan, dan alhamdulillah juga kita dapat melakukan upaya paksa kepolisian yaitu penangkapan terhadap mereka ini,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Atas ungkap kasus penipuan ini, dengan menyita barang bukti berupa peralatan untuk membuat dokumen atau kupon berhadiah palsu, sejumlah handphone berbagai merk, serta sarana dan hasil kejahatan, Kepolisian menjerat para pelaku dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun.(asb)