Satreskrim Polrestabes Surabaya Gerebek Home Industri Jamu Olahan

Surabaya – Diduga memproduksi minuman STMJ dengan menggunakan bahan yang sudah kadaluwarsa, Home industri minuman serbuk STMJ (Susu Telor Madu Jahe) yang berlokasi di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru Gang 1B Nomor 29, Kenjeran Surabaya, digerebek Tim Satgas Pangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya, Jumat (29/12).

Dalam penggerebekan tersebut, Polisi mengamankan MIS (47) pemilik usaha yang diketahui telah memproduksi minuman STMJ kedaluwarsa sejak September lalu.

Dalam keterangan rilisnya, Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya mengatakan bahwa pelaku telah melanggar 3 hal terkait keamanan pangan, di antaranya ditemukan ketidaksesuaian produk dengan bahan yang disebutkan dalam kemasan dan menggunakan bahan baku yang tidak baik.

“Di dalam ketentuan, minuman ini ada kandungan susu, telor, madu, jahe dan sebagainya. Tapi, berdasarkan hasil penyelidikan kami bersama BPOM dan Dinas Kesehatan Surabaya, tidak ditemukan kandungan madu sama sekali. Selain itu, kami juga menemukan bahan baku yang digunakan ternyata tidak aman, yaitu menggunakan susu basi atau kedaluwarsa,” kata dia.

Kapolrestabes juga menambahkan bahwa bahan baku susu yang digunakan telah kedaluwarsa sejak tahun 2015, dan masih tetap digunakan sebagai bahan campuran di tahun 2017.

Umul Jariah Perwakilan dari Dinas Kesehatan yang turut serta dalam penggerebekan tersebut mengatakan bahwa dampak yang terjadi saat mengonsumsi minuman tersebut adalah dalam jangka pendek bisa menyebabkan diare.

“Kalau untuk jangka panjang, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan bahan bakunya di laboratorium,” kata dia.

Selain itu, produk minuman tersebut juga tidak memiliki izin edar resmi dari Kementerian Kesehatan. Haridjanto Kepala Fungsioner BPOM Surabaya mengatakan pelaku selama ini menggunakan izin palsu dengan mengambil perizinan dari beberapa jenis.

STMJ dalam bentuk serbuk yang di kemas dalam sachet plastik putih.

“Pelaku juga tidak memiliki syarat keamanan tempat kerja dan mencantumkan komposisi yang tidak sesuai dengan produksinya,” kata Umul.

Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya mengatakan berdasarkan keterangan dari pelaku, selama ini mendapatkan bahan baku susu kedaluwarsa dari Sidoarjo. Dalam sehari, pelaku juga bisa memproduksi minuman hingga 5.000 sachet. Pelaku menjual produk tersebut dengan harga per sachet Rp 1.250.

Menurut Rudi, pelaku berhasil memasarkan produknya secara luas di berbagai pasar wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo bahkan sampai Kalimantan. Sementara ini, delapan karyawan dari yang bekerja di rumah industri tersebut, kata Rudi, ditetapkan sebagai saksi.

Rudi mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti terutama dalam memilih makanan atau minuman instan. Bagi pedagang yang telah membeli produk minuman STMJ tersebut agar segera mengembalikan ke distributor atau tidak diperjualbelikan.

“Bukan sekedar rasanya enak atau harganya murah, masyarakat juga perlu curiga ada izin edarnya apa tidak. Kalau ada, segera tanyakan, bisa ke BPOM langsung, Dinkes atau ke kantor polisi. Segera laporkan apabila ada produk makanan minuman yang mencurigakan,” kata dia.

Dari hasil penggerebekan home industri tersebut, selain mengamankan pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya bahan baku pembuatan minuman seperti susu, telur, jahe, beserta alat produksinya.

Saat ini pelaku beserta barang bukti diamankan di mapolrestabes Surabaya, dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan tiga hal yaitu tidak memenuhi standar keamanan pangan, sengaja tidak memiliki izin edar, dan memberikan keterangan yang tidak benar atau menyesatkan pada label, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (50ny)