Satreskoba Polrestabes Surabaya Tembak Mati Bandar Sabu-sabu

Kombes Pol. Mohammad Iqbal dan AKBP Roni Faisal Saiful Faton saat memeriksa jenazah Sandi di ruang autopsi RSU Dr. Soetomo Surabaya.

Wartapedia, Surabaya. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya kembali mengungkap jaringan bandar Sabu-sabu salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Jawa Timur. Dalam ungkap kali ini pun, seorang bandar harus meregang nyawa setelah menerima timah panas dari petugas.

Berdasarkan informasi dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan pengumpulan data, yang memakan waktu kurang lebih selama 2 bulan, Sabtu, 26 Agustus 2017 sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Dr. Soetomo, Sidoarjo, anggota Unit III tim 3 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menggagalkan transaksi narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu.

Kombes Pol. Mohammad Iqbal dan AKBP Roni Faisal Saiful Faton saat merilis tersangka Lisa dan Nizar.

Di bawah komando Wakasat Narkoba, Kompol Anton Prasetyo bersama Kanit Idik 3, AKP Suhartono menggagalkan transaksi narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu yang dilakukan oleh tiga orang tersangka. Mereka adalah Sandi (32) asal Sidoarjo, Lisa (27) asal Sidoarjo, Nizar (22) asal Mojokerto. Saat dilakukan penangkapan terhadap ketiganya, Sandi melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, dalam kondisi tersebut, anggota terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap Sandi. Sebab pada saat hendak dilakukan upaya paksa (penangkapan), Sandi memberontak dan berusaha melawan petugas dengan menggunakan sebuah senjata tajam jenis parang, yang juga membahayakan nyawa petugas.

“Para tersangka ini sudah melakukan transaksi hampir 10 kali lebih. Mereka satu jaringan salah satu lapas,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, Sabtu (27/08).

Barang bukti Narkotika dan senjata parang yang digunakan untuk menyerang petugas.

Iqbal mengungkapkan, dalam kasus ini, Lisa dan Nizar merupakan langganan dari Sandi. Keduanya mengaku bahwa barang-barang haram tersebut di pasok oleh Sandi, yang di dapat dari salah satu Lapas di Jawa Timur. Oleh karena itu, Iqbal menegaskan, bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini dan mencari bandar yang memasok narkoba kepada Sandi.

“Sekali lagi, kami sedang melakukan pengembangan,” tegasnya.

Dari transaksi tersebut, anggota mengamankan 5 paket sabu-sabu dengan berat total 308,28 gram, 17 paket plastik berisi ekstasi dalam berbagai jenis total 1624 butir, 3 buah buku rekapitulasi transaksi narkoba, 1 timbangan elektrik, 2 buah plastik berisi belasan plastik klip kecil, 1 bilah parang, 1 buah ATM BCA, dan uang tunai Rp. 20 juta.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri