Rugikan Negara Rp 5 Miliar, Jaksa Tahan ‘Otak’ Dugaan Korupsi Jasmas Pemkot Surabaya

Surabaya – Agus Setiawan Jong (ASJ), yang diduga sebagai otak penyelewengan dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 dalam bentuk pengadaan terop,kursi, meja dan sound system melalui program Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak setelah sebelumnya penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari menetapkan Agus Setiawan Jong sebagai tersangka.

“Hari ini kami menahan ASJ, yang bersangkutan wiraswasta sebagai Direktur PT CSS DS,” terang Kajari Tanjung Perak, Rachmat Supriady saat jumpa pers, Kamis (1/11).

Masih menurut Rahmat bahwa penetapan Agus Setiawan Jong sebagai tersangka ini, sudah melalui beberapa tahap, mulai pemeriksaan sebagai saksi hingga ditingkatkan sebagai tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan tambahan, tim penyidik berkesimpulan sudah cukup menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,”sambung Rachmat.

Tersangka Agus Setiawan Jong ini akan ditahan di Cabang Rutan Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim.

“Yang bersangkutan akan kami tahan selama 20 hari kedepan sesuai pasal 20,21,22,23 KUHAP,” terang Kajari Rachmat Supriady.

Sebelumnya, Kajari Tanjung Perak Rachmat Supriady juga mengumumkan hasil audit BPK atas kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya Tahun 2016,yang digunakan untuk pengadaan terop, kursi,meja dan sound system’ melalui progam Jasmas yang dikucurkan ke RT se-Surabaya.

Hitungan kerugian negara tersebut didasarkan pada satuan barang pengadaan yang dilaksanakan tersangka Agus Setiawan Jong
di 230 RT yang ada di Surabaya.

“Dari hasil audit BPK ini, ditemukan adanya selisih harga pada pengadaan barang barang tersebut, nilai kerugian negaranya hampir 5 miliar,”terang Rachmat Supriady.

Dengan berbekal audit BPK itulah, tim penyidik akhirnya menetapkan Agus Setiawan Jong sebagai tersangka kasus korupsi Jasmas ini dan menahannya di Cabang Rutan Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim selama 20 hari kedepan.

Untuk diketahui, Penanganan kasus korupsi Jasmas ini ditingkatkan ke penyidikan berdasarkan surat perintah yang ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH  MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tertanggal 8 Februari 2018 lalu.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi, meja dan sound system.

Sejumlah orang pun telah diperiksa oleh penyidik, termasuk Anggota DPRD dan beberapa Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya.  (son)