Ricuh Hearing Komisi A, Kasatpol PP Surabaya dan Ketua DPRD ‘Saling Bentak’

Surabaya – Suasana rapat dengar pendapat di ruang komisi A DPRD Kota Surabaya berlangsung ricuh, hal tersebut dikarenakan Ketua DPRD Surabaya Armuji beradu mulut dengan Kasatpol-PP Kota Surabaya Irvan Widyanto, bahkan keduanya terlihat saling bentak saat mengutarakan argumennya, Selasa (20/2)

Insiden ketegangan ini dipicu saat keduanya saling beradu argumentasi terkait rencana penggusuran pemukiman warga di wilayahMedokan Semampir gang 5 RT 1 RW 8 Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo, yang telah dihuni oleh 165 Kepala Keluarga.

Perlu diketahui sebelumnya, rapat dengar pendapat ini dipimpin oleh ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto dengan menghadirkan sejumlah perwakilan warga Medokan Semampir dan Satpol-PP Surabaya yang dihadiri langsung oleh Kasatpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto, Namun hadir pula Armuji Ketua DPRD Surabaya.

Awalnya suasana rapat berlangsung seperti biasa dan perwakilan warga menyampaikan pertanyaan terkait status lahan yang bakal terkena penggusuran, apakah Pemkot memiliki alat bukti kepemilikan lahan yang sah.

“Karena selama ini warga mengganggap bahwa lahan yang kami tempati selama puluhan tahun dan turun menurun adalah tanah yasan. Kami bukan menolak, tetapi berikan kami solusi, yakni lokasi pengganti,” ucap salah satu perwakilan warga.

Namun pada saat Armuji diberikan kesempatan untuk berbicara dan meminta waktu kepada Kasatpol-PP untuk menunda agenda penggusuran, ketegangan antara Armuji dan Irvan Kasatpol-PP mulai nampak.

Armuji meminta penundaan pelaksanaan penggusuran dengan tujuan memberikan waktu dan kesempatan kepada warga untuk mempersiapkan diri, namun kasatpol-PP bersikukuh akan segera melaksanakan penggusuran, dengan alasan segera dibangun perluasan makam.

Mendengar jawaban tersebut, Armuji berargumen jika pembangunan perluasan belum dilakukan, sebaiknya berikan waktu dulu kepada warga.

“Berarti sampean menghalangi,” ucap Irvan, yang kemudian dijawab tegas oleh Armuji bahwa bila tetap dilakukan pembongkaran, dirinya akan bersama warga akan siap menghadang.

”Kalau tetap dilakukan pembongkaran saya bersama warga akan menghadang pembongkaran,” tegas Armuji.

Keduanya mulai terusulut emosi, Kasatpol-PP yang spontan berdiri langsung diikuti oleh Armuji yang juga berdiri. Saling bentak pun tak terhindari.

Untungnya anggota pengamanan dan pengendalian (pamdal) DPRD Surabaya bertindak sigap untuk melerai keduanya, sehingga situasi rapat bisa tetap terkendali dan kembali berjalan dengan normal. (Sp/son)