Rekap Hasil Ops. Semeru Ramadniya 2017, Polda Jatim Mencatat Tuban Wilayah Laka Lantas Tertinggi

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera.

Wartapedia, Surabaya. Selama pelaksanaan pengamanan dan pengawalan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Jawa Timur, dinyatakan berjalan dengan aman dan lancar. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera. Namun untuk kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Jawa Timur mengalami peningkatan.

Dalam gelar rekapitulasi hasil Operasi Semeru Ramadniya 2017, Frans mengungkapkan, Polda Jatim mencatat jumlah Laka Lantas pada arus mudik dan balik selama 16 hari pelaksanaan Ops. Semeru Ramadniya 2017 mengalami peningkatan, yakni hingga mencapai 11,07% atau sebanyak 87 kasus Laka Lantas.

“Wilayah Tuban menjadi peringkat pertama kejadian laka lantas dan korban meninggal dunia terbanyak di Jawa Timur,” ungkap Frans, Rabu (05/07).

Frans menuturkan, korban meninggal dunia meningkat hingga 33,33% atau sebanyak 33 korban meninggal dunia akibat Laka Lantas. Dari data yang di dapat, untuk sementara Polres Tuban telah melaporkan sebanyak 65 kasus Laka Lantas selama pelaksanaan Ops. Semeru Ramadniya 2017.

“Wilayah Jatim yang paling banyak angka laka lantas dan korban meninggal dunia masih tetap sama dari tahun ke tahun, yakni di wilayah Tuban, dengan jumlah 13 korban meninggal dunia selama 16 hari pelaksanaan Operasi Ramadniya Semeru 2017,” terang Frans.

Selain Tuban, wilayah lain yang menjadi penyumbang Laka Lantas berikutnya adalah Bojonegoro dengan 53 kasus, Malang 42 kasus, Nganjuk 40 kasus, dan Surabaya 37 kasus. Secara kualitas, Barung mengaku, korban meninggal dunia kedua paling banyak di wilayah Malang.

Bedasarakan data dari Polres Malang tercatat 12 korban meninggal dunia, disusul wilayah Banyuwangi 11 korban, Tulungagung 8 korban dan Magetan 7 korban.

“Wilayah tersebut (Tuban, red) menyumbang angka laka lantas paling tinggi. Meski beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan hebat antara bus dan mobil avanza di Probolinggo, tapi Tuban menempati angka pertama laka lantas tertinggi saat arus mudik dan balik Lebaran 2017,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk jenis kendaraan bermotor yang lebih banyak terlibat dalam kasus Laka Lantas, Frans memaparkan bahwa kendaraan jenis Roda 2 adalah jenis kendaraan yang menduduki peringkat paling utama.

“Kami mencatat selama tahun 2017, sepeda motor yang terlibat laka lantas berjumlah 1.211 atau naik sebanyak 12,13% di banding tahun 2016 yang hanya 1.080 unit sepeda motor,” paparnya.

Sedangkan terkait penyebab utama dalam kasus Laka Lantas di wilayah Jawa Timur, Barung menjelaskan, bahwa  hal tersebut masih perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, Traffic Bot di Indonesia yang berjalan dengan baik yakni milik Polda Jatim. Dengan adanya Traffic  Bot dan titik tabraknya, akan dapat dirumuskan dan disimpulkan factor apakah yang menyebabkan laka lantas itu terjadi.(asb)