Putar film dokumenter G30S/PKI, Kodim 0831/ST nonton bareng warga Keputih Surabaya

Wartapedia, Surabaya. Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo telah menegaskan instruksinya untuk seluruh jajaran TNI menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.

Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Komandan Kodim 0831/ST, Letkol Inf Dodiet Lumwartono dengan menggelar nobar di wilayah Keputih, Kec Sukolilo, Kota Surabaya, Rabu (20/9/2017) malam.

Letkol Dodiet menegaskan, pemutaran film semi dokumenter itu dilakukan atas permintaan warga. Sekaligus dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharam 1439 H. Tidak hanya anggota TNI, nobar juga diikuti oleh masyarakat sekitar.

“Terima kasih bagi warga, khususnya di wilayah Keputih yang memberikan atensi dan memberikan kami waktu untuk memutakan film G30S/PKI,” kata Dandim 0831.

Ia menjelaskan, pemutaran film ini menjadi tugas bersama antara TNI dan masyarakat dalam memberikan edukasi sejarah bangsa. “Ini merupakan tugas kita semua menyampaikan gerakan G30S/PKI adalah ajaran sesat yang harus diketahui oleh generasi muda,” jelasnya.

Durasi film karya Arifin C Noer yang cukup panjang sekitar 217 menit tak ditayangkan secara keseluruhan. Kodim 0831 hanya menayangkan cuplikan dengan memberikan penjelasan secara langsung. Untuk adegan penyiksaan tiga jenderal dan satu letnan di lubang buaya dilewati penayangannya karena mengandung unsur kekerasan dan banyak anak kecil yang ikut menonton.

Perwira dengan dua melati di pundak itu juga memberikan orasi usai pemutaran film. Dalam orasinya, ia mengajak generasi muda agar tidak salah dalam menafsirkan ajaran komunisme ini.

Bahkan, Letkol Dodiet juga menegaskan bahaya komunisme lewat karya puisi yang dibacakannya penuh semangat. Guna membangkitkan semangat nasionalisme warga, ia memimpin langsung dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri.

Tokoh Masyarakat Keputih,  M Sugiono mengapresiasi langkah Kodim 0831/ST dalam menayangkan film G30S/PKI. “Dengan pemutaran film ini supaya masyarakat paham jika PKI atau komunis tidak harus ada di Indonesia,” ujarnya.

Film itu,  kata dia,  menjadi pelajaran bagi generasi muda agar tahu gambaran begitu kejamnya PKI bagi kemanusiaan. Sebagai tokoh masyarakat, ia berharap seluruh pihak termasuk sipil, TNI, Polri, dan Ormas bisa bersatu melawan aliran komunisme di Indonesia.

“Ini penting supaya generasi akan datang tahu dan tidak terjadi penyesatan dalam sejarah.  Generasi muda juga harus tahu bahwa kekejaman PKI itu memang benar adanya,” tukasnya.(nik/asb)