PT. Dok & Perkapalan Surabaya Kembali Terjerat Kasus Korupsi

Surabaya – Setelah tersandung kasus proyek pengadaan tangki pendam fiktif di Muara Sabak-Jambi, kini PT Dok dan Perkapalan Surabaya kembali terjerat muara korupsi pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2016-2017.

Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi menerangkan, dugaan korupsi tersebut berupa pengadaan floating dock untuk sarana reparasi kapal yang dipesan PT Dok & Perkapalan Surabaya melalui perusahaan di Singapura.

“Yang memenangkan tender adalah perusahaan dari Singapura. Barang yang beli adalah floating dock bekas tahun 1973 dari Rusia,” terang Didik Farkhan seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim, Jum’at (19/10).

Nah, di tengah proses pemesanan, lanjut Didik, ternyata floating dock yang dipesan PT DOK melalui perusahaan Singapura ini tenggelam.

“Sehingga uang yang sudah dibayarkan sebesar Rp 60 miliar itu juga ikut hilang. Logikanya, kalau beli barang ya harus sampai tempat pemesan,” sambungnya.

Kini, proses penanganan dugaan korupsi ini telah sudah masuk ke tahap penyidikan.

“Sudah tahap penyidikan dan kami masih terus mengembangkan perkara ini,” ujar Mantan Kejari Surabaya. (Rmol/red)