Proyek Jembatan Penghubung Kefa-Atambua-Tiles Terancam Mangkrak

Kefamenanu – Proyek pengerjaan jembatan penghubung Kefamenanu, Atambua dan Timor Leste di Desa Subun Bestobe, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam mangkrak. Pasalnya sudah dua bulan terakhir, pekerjaan tidak dilanjutkan.

Proyek di jalan trans Timor Raya itu, dikerjakan oleh PT Zarnita Abadi dengan menggunakan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp 2.955.521.000.

Pengamatan wartawan, Jumat (10/08), tampak tidak ada aktivitas apapun di lokasi proyek pembangunan jembatan tersebut. Yang ada hanya tumpukan besi beton puluhan batang berukuran kecil maupun besar serta tumpukan material kerikil serta pasir dan batu.

Pada bagian kanan jembatan yang sudah dibongkar itu, nampak pula sebuah rumah yang belakangan diketahui sebagai tempat penginapan para pekerja sekalian gudang penyimpanan material.

Di dalam rumah itu hanya terdapat satu orang pekerja yang mengaku ditugaskan untuk menjaga dan mengamankan material, serta alat-alat proyek.

Kepada wartawan, Anis, nama pekerja itu membenarkan jika sudah dua bulan tidak ada aktivitas apapun di lokasi proyek tersebut tanpa alasan yang jelas.

“Iya, saya yang jaga ini rumah. Untuk pekerjaannya saya tidak tahu alasan kenapa berhenti. Informasi bilang mau lanjut kerja hanya tidak tahu kapan,” akunya.

Anis menjelaskan, jembatan itu dibongkar dan dilakukan penggalian ulang pada bulan Mei lalu.

Usai dibongkar dan dilakukan penggalian, ujarnya, dia dan pekerja lainnya sudah mulai melakukan pengecoran pada bagian dasar.

Namun oleh pengawas proyek, ia dan pekerja lainnya diperintahkan untuk membongkar kembali bagian dasar yang sudah dicor. Sejak itu pekerjaan dihentikan hingga saat ini.

“Waktu itu kami sudah cor bagian dasar tapi pengawas suruh bongkar kembali, pas itu waktu juga excavator (alat berat) punya gigi patah, jadi dari situ kami mulai berhenti kerja sampai sekarang,”urainya.

Maksimus Mujur selaku kontraktor pelaksana dari PT Zarnita Abadi saat dihubungi melalui telepon mengungkapkan, keputusan untuk menghentikan sementara pekerjaan pembangunan jembatan tersebut merupakan perintah dari konsultan pengawas.

Hal tersebut lantaran menurut konsultan pengawas, struktur tanah pada lokasi pembangunan jembatan mengalami perubahan, sehingga pekerjaan dihentikan sementara sambil menunggu desain ulang konstruksi.

“Kendalanya itu karena menurut konsultan pengawas, struktur tanah pada lokasi jembatan itu berubah, sehingga pekerjaan dihentikan sambil menunggu mereka mendesain ulang konstruksi dengan melihat pada struktur tanah itu. Kalau untuk material tidak ada masalah, kami tunggu saja kalau sudah selesai desain ulang konstruksi dan bilang mau lanjut kerja ya kami siap saja,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak satuan pelaksanaan jalan nasional wilayah II Provinsi NTT, PK. Kefamenanu belum berhasil dikonfirmasi. (Lius)