Predikat Blater Dalam Suku Madura

Madura adalah sebuah pulau yang terletak di timur laut Jawa Timur, dengan luas sekitar 5.168 km2. Di lihat dari peta Indonesia, Madura tampak seperti tubuh yang menyerupai sapi, dengan 4 Kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Secara keseluruhan, tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok pada suku Madura.

Bicara soal suku Madura, secara umum kita tidak akan pernah lepas dari karakter sukunya yang terkenal fanatik dan keras. Namun hal yang perlu di garis bawahi, suku Madura merupakan salah satu suku milik Indonesia yang gigih dalam bekerja. Suku Madura terkenal sebagai pekerja keras yang nyaris tak mengenal waktu dan tempat.

Dalam melakukan suatu pekerjaan, pada dasarnya suku Madura berprinsip yang penting ada hasil yang di dapat, entah itu sedikit atau banyak adalah pendapatan yang wajib disyukuri. Dalam sisi agama, suku Madura sangat kental akan agamanya, yang sekarang hampir seluruhnya beragama Islam. Tak ayal jika predikat fanatik melekat erat terhadap suku Madura.

Dengan ragam budaya yang dimiliki, terdapat satu sebutan suku Madura yang cukup unik, dan lumayan menggelitik rasa penasaran untuk diketahui. Yah, bagi orang Madura, seseorang apabila sudah bisa menyesuaikan diri dengan yang lain, dan banyak mengikuti peradatan yang dilakukan, maka orang itu di sebut sebagai orang yang ‘Blater’.

Lalu sebenarnya apa sih makna dari Blater itu sendiri ? secara garis besar, Blater diartikan sebagai orang yang ramah dan mudah bergaul. Blater lebih cenderung disandangkan kepada kaum pria yang mudah bergaul, ramah, santun, dan pemberani. Namun Blater juga tidak menutup kemungkinan bagi seorang wanita untuk menyandangnya.

Sayangnya, dalam hal ini banyak orang Madura sendiri yang salah mengartikannya. Kebanyakan dari kalangan Madura yang tidak mengenyam pendidikan, memaknai Blater sebagai sosok orang yang pemberani, dan selalu mengandalkan keangkuhan apabila bersinggungan dengan orang lain atau bahkan dengan sesama suku sendiri.

Mengutip sedikit sejarah yang di lansir oleh Wikipedia, Blater sendiri sesungguhnya adalah sebutan bagi para jagoan yang menjadi kaki tangan Belanda. Para jagoan inilah yang kemudian di provokasi oleh kolonial Belanda untuk saling beradu antar suku sesama bangsa. Tujuannya tidak lain adalah untuk memecah belah bangsa Indonesia sendiri.

Dari sinilah kemudian sebutan Blater menjadi sebutan yang turun temurun di kalangan suku Madura. Apabila orang itu menjadi jagoan dan berani menghadapi segala situasi, termasuk menyelesaikan masalah dengan pertarungan (Carok), maka orang itu dapat disebut sebagai orang yang pantas menyandang predikat Blater.

Penulis : Achmad Syaiful Bahri