Polrestabes Surabaya Ungkap 62 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Agustus 2017

Kombes Pol. Mohammad Iqbal dan sejumlah pejabat Polsek Jajaran saat memamerkan hasil ungkap kejahatan jalanan selama Agustus 2017.

Wartapedia, Surabaya. Polrestabes Surabaya kembali merilis hasil ungkap kasus kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor).

Dalam hasil ungkap kasus kali ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran merilis kejahatan jalanan selama bulan Agustus 2017.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol, Mohammad Iqbal mengatakan, dalam satu bulan terakhir, sedikitnya 62 kasus berhasil diungkap.

“Total dengan tersangka sebanyak 67 orang, yakni 65 tersangka laki-laki dan 2 orang tersangka perempuan,” kata Iqbal, Kamis (31/08).

Dari 67 orang tersangka itu, terdapat 2 orang yang tergolong masih di bawah umur, dan sebanyak 65 tersangka dewasa.

“Ada 62 TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan kasus 35 TKP kasus curat, 12 TKP kasus curas, dan 15 TKP kasus curanmor,” terangnya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengungkapkan, secara signifikan, modus operandi para pelaku bermacam-macam.

Sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku dalam aksi kejahatannya.

“Kasus curat umumnya pecah kaca dan bobol rumah, sedangkan curas umumnya mengeroyok kemudian merampas barang milik korban, dan pada kasus curnamor umum dilakukan dengan merusak kunci stir menggunakan kunci palsu,” ungkap Iqbal.

Dalam ungkap kasus kejahatan jalanan selama Agustus 2017 ini, petugas menyita sejumlah barang bukti diantaranya 16 unit sepeda motor, 1 unit sepeda angin, 14 unit HP, dan 5 unit rekaman CCTV.

Selain itu barang bukti lain yang disita adalah 5 lembar STNK, 3 lembar BPKB, gelang emas, uang Rp. 2. 073. 000, 300 $, 200 RMB (mata uang Cina), dan 2 unit laptop.

Sementara peralatan yang digunakan dalam melakukan aksi kejahatan diantaranya kunci L 3, T 1, Y 2, 1 unit TV, beng 2, kunci inggris 1, gunting besi, 1 buah helm, dan buah Palu.

Serta barang bukti lain, yakni 2 buah dos book HP, 44 kaos, 2 pasang baju dan celana, 8 buah tas (ransel, slempang dan tas perempuan), 1 buah dompet, beberapa potongan besi, satu unit kunci seling, satu sak kabel ground, 1 gembok, dan 4 kunci kontak.

“Terhadap para tersangka diterapkan sanksi pidana sesuai dengan pelanggaran masing-masing yang dilakukan,” pungkas Iqbal.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri