Polrestabes Surabaya Musnahkan Barang Bukti Miras Hasil Ops. Tumpas Semeru 2018

Surabaya – Polrestabes Surabaya menggelar pemusnahan barang bukti hasil razia selama pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2018 dan Deklarasi ‘Anti Miras’. Dalam operasi ini sendiri, menyasar minuman keras (Miras), Rabu (25/4/18).

Agenda ini sendiri dihadiri oleh Danrem 084 Bhaskara Jaya, Kepala BNNK Surabaya, Kepala Disperindag Surabaya mewakili Walikota Surabaya, Kajati Surabaya, Ketua FKUB dan MUI Kota Surabaya, 23 Tokoh Masyarakat dari masing-masing Polsek Jajaran, Pejabat Utama Polrestabes Surabaya, Kapolsek jajaran Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, pemusnahanan puluhan ribu miras berbagai merek ini berasal dari home industri dari total jumlah barang bukti Miras 20.072 botol. Sebelum Barang Bukti Miras dimusnahkan, Rudi mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mendeklarasikan Masyarakat Kota Surabaya Anti Miras.

Hal ini dituangkan dalam Nota Kesepakatan Bersama yang ditandatangani oleh Kapolrestabes Surabaya, Forkopimda Kota Surabaya dan Perwakilan Tokoh Masyarakat dari masing-masing Kecamatan di Kota Surabaya.

“Pemusnahan ini merupakan wujud kepedulian kami sebagai aparat kepolisian, dalam 10 hari, team kami berhasil mengatasi menghentikan peredarannya, seperti toko, warung, kami akan menindak owner yang menyalahi aturan,” kata Rudi.

Jika diketahui, bahwa toko, home industri tersebut, terlibat dengan menyalahi aturan penjualan miras akan dilakukan tindakan tegas. Rudi menghimbau kepada masyarakat, apabila ada anggota Kepolisian yang diam saja tidak peduli, tidak beraksi apabila menerima laporan atau mengetahui adanya peredaran Miras ilegal Dan Miras oplosan, untuk segera dilaporkan.

“Ini sangat miris sekali begitu mudahnya mendapatkan alkohol. Tentunya Dinas sudah mempunyai aturan. Nanti kami akan bekerja sama upaya melakukan tindakan hukum semuanya akan kita lakukan tindakan tegas,” lanjutnya.

Rudi juga berharap, dengan dilakukannya pemusnahan ini, bisa menyelamatkan jutaan generasi bangsa dari bahaya Narkoba, obat terlarang dan minuman keras. Kepada para tokoh agama, Rudi juga menghimbau supaya memberikan dakwah-dakwah di masjid untuk menyatakan perang bahwa di Surabaya bebas dari Miras ilegal, dan Miras oplosan.

“Terkait dengan maraknya Cafe penyedia miras oplosan, kami berharap agar diberikan informasi. Jika ada Cafe ilegal menyediakan miras oplosan kita tindak tegas. Di mana yang ilegal, yang oplosan tolong disampaikan, kita punya Kapolsek punya Bhabinkamtibmas punya Lurah semuanya sudah ada. Peran sertanya masyarakat, sangat kami hargainya,” pungkasnya.(asb)