Polisi Tetapkan Perawat RS National Hospital Surabaya Pelaku Cabul Sebagai Tersangka

Surabaya – Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan pasca ditangkapnya pelaku terduga pelecehan seksual, Zunaidi Abdillah akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Hal itu disampaikan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan saat merilis hasil ungkap kasus dugaan tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan Zunaidi mantan perawat rumah sakit National Hospital Surabaya.

Baca juga : Ngumpet di Hotel, Pelaku Pelecehan Seksual RS National Hospital Akhirnya Ditangkap

“Ya sesuai dengan SOP kami, dalam menangani laporan dugaan tindak pidana, setelah mengumpulkan beberapa alat bukti, kami diharuskan melakukan gelar perkara. Gelar perkara intern untuk meningkatkan apakah yang terduga pelaku dapat kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Rudi, Sabtu (27/01).

Rudi menuturkan, gelar perkara itu sendiri telah dilakukan setelah memeriksa pelaku, Jumat malam. Hasil dari gelar perkara, bahwasanya penyidik yakin telah memperoleh dua alat bukti dan menetapkan terduga sebagai tersangka pencabulan dan menjeratnya dengan Pasal 209 KUHP.

Kombespol Rudi Setiawan didampingi AKBP Sudamiran dan Kompol Lily Dj’far saat merilis tersangka Zunaidi Abdillah.

“Ancaman hukumannya 7 tahun penjara. Motif tersangka, jadi ketika melaksanakan tugasnya, ya namanya seorang laki-laki melihat seperti ini, dia terangsang akhirnya terjadilah pelecehan atau perbuatan cabul,” tandas Rudi.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya beredar sebuah rekaman video di jagad maya yang berisi seorang pasien wanita yang diketahui bernama Widyanti tengah memaksa perawat rumah sakit National Hospital Surabaya untuk mengakui perbuatannya.

Dalam video itu, terdengar Widyanti memaksa Zunaidi mengaku telah melakukan pelecehan pada dirinya disaat dirinya tak berdaya seusai menjalani proses operasi. Disebutkan, Zunaidi meremas-remas payudara Widyanti hingga dua kali.

Kasus ini berlanjut hingga ke meja kepolisian. Yudi Wibowo Subiakto, suami dan sekaligus kuasa hukum Widyanti melaporkannya ke Polrestabes Surabaya. Zainuri sempat melarikan diri dengan menginap di hotel Fave yang tak jauh dari rumah sakit National Hospital untuk bersembunyi.(asb)