Peringati tiga tahun Nawacita Jokowi-JK, Kapolrestabes Surabaya hadiri Semarak 2017

Wartapedia, Surabaya. Guna memberikan wawasan Kaporelrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal menghadiri undangan sebagai nara sumber dalam acara Seminar Administrasi Publik (SEMARAK) 2017.

Seminar tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Jl. Ketintang Surabaya tersebut.

Berlangsung sejak 09.00 WIB di aula gedung LPPM UNESA Jl. Ketintang Surabaya, seminar di gelar dengan tema ‘Pencapaian keberhasilan tiga tahun nawacita Jokowi-JK’.

Dengan M. Satria Artha Wahab, selaku ketua pelaksana seminar, dihadiri oleh kurang lebih 150 orang, yang terdiri dari mahasiswa Unesa.

Seminar Semarak 2017 ini, merupakan salah satu peringatan atas pencapaian keberhasilan 3 tahun 5 hari program Nawacita Jokowi-JK.

Selain Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal, hadir pula sebagai narasumber Kepala Badan Pusat Statistik Suparno kota Surabaya, Suparno, dan Dosen Ekonomi Unesa, Hendry Cahyono.

Melalui sambutannya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, berkenaan dengan tema dalam seminar tersebut, bahwa diperlukannya sebuah penjabaran atas sumbangsih Kepolisian perihal keamanan dan ketertiban masyarakat.

Iqbal juga menyamapaikan soal penerapan dalam pelayanan yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) sebagaimana program Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

”Saya menangkap tema dari seminar kali ini, adalah kita harus menjabarkan dan sumbangsih kita sebagai polisi dan adik-adik semua sebagai mahasiswa,” kata Iqbal, Rabu, (25/10).

Oleh karenanya, dia menjabarkan itu dengan aksi nyata Kapolrestabes Surabaya dalam melaksanakan Nawacita Presiden RI dalam Aspek Keamanan. Profesional, modern dan terpercaya.

Untuk itu, selaku Kapolrestabes Surabaya, Iqbal mengambil langkah semua tugas Kepolisian di Surabaya dan harus selalu berkomunikasi dengan masyarakat.

Semua itu dapat diciptakan dalam berbagai bentuk misalnya Cangkruk’an Tiga Pilar, Patroli Sepeda, Sholat Berjama’ah di Masjid atau Mushola. Sehingga dengan demikian, anggota Kepolisian hadir di tengah-tengah masyarakat.

Lebih lanjut Iqbal memaparkan, Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait aspek keamanan, diantaranya adalah menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara,  melalui keamanan nasional yang terpercaya.

Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih,  efektif,  demokratis dan terpercaya.

“Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya,” lanjutnya.

Selain itu, diungkapkan pula tentang memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga.

Sementara itu, terkait Tugas Pokok dan Fugnsi (Tupoksi) Kepolisian, Iqbal mengungkapkan, berdasarkan Undang-undang nomor 2 tahun 2002, setiap anggota wajib memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan masyarakat, penegakan hukum, berantas kejahatan dan gangguan Kamtibmas.

“Hal yang menjadi fokus utama kami adalah menurunnya angka kejahatan jalanan, tindak pidana penyalah gunaan narkoba dan permasalahan sosial,” terang Iqbal.

Menurunnya tingkat unras di wilayah hukum Polrestabes Surabaya, Public Trust, terciptanya stabilitas, rasa aman dan tenteram di Kota Surabaya, juga menjadi target Kepolisian.

Sedangkan untuk hasil dari kinerja Polrestabes Surabaya sendiri, Iqbal menyampaikan beberapa hal, yakni diantaranya, terwujudnya pembangunan Nasional Kota Surabaya pada segala bidang.

Termasuk juga mewujudkan keamanan Kota Surabaya yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat,  tertib dan tegaknya hukum.

“Juga terselenggaranya perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” tandasnya.

Usai mendengarkan sambutan-sambutan dari para narasumber, mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab, agar sekiranya apa yang belum dapat dipahami dapat diberikan penjelasan lebih lanjut.(asb)