Pergeseran Jabatan, 8 Pejabat Ditjen Hubla Di Ganti

Wartapedia, Surabaya. Awal pertengahan tahun ini, formasi struktural pejabat instansi pemerintah di Pelabuhan Tanjung Perak berubah. Tercatat, 8 pejabat tinggi dibawah kendali Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, termasuk pemegang ‘kekuasaan’ di sistem kepelabuhanan Tanjung Perak turut diganti.

“Orangnya memang baru, tapi stok lama, karena ada sebagian diantaranya juga pernah di Tanjung Perak, seperti saya ini,” ujar Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (KOP) Utama Tanjung Perak Surabaya, Mauritz HM Sibarani, pengganti Chandra Irawan yang kini menduduki kursi Direktur Kepelabuhanan, Rabu (2/8/2017).

Mauritz yang sempat 6 bulan singgah di Tanjung Perak dengan posisi serupa pada Juli 2015 lalu itu mengaku, akan mempertahankan kondisi Tanjung Perak yang mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia berjanji, tetap perlahan memperbaiki situasi yang dirasa belum membaik.

“Titik berat kami adalah biaya logistik yang masih tinggi sehingga memengaruhi naiknya biaya transportasi. Yang pasti, tugas saya disini (Tanjung Perak, red) sederhana, targetnya masih tetap seperti arahan pimpinan, agar tetap konsern pada masalah Dwelling Time untuk menekan high logistic,” papar bapak dua anak ini usai gelaran pisbut di Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak tersebut.

Bagaimana dengan program kedepan, termasuk penyelesaian Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang hingga kini masih menggantung? Mauritz menjelaskan, proses RIP Tanjung Perak sebenarnya sudah berada di meja Biro Hukum Ditjen Hubla Kemenhub. Ia berjanji, apabila RIP sudah selesai, segera disosialisasikan ke seluruh stakeholder, pengguna jasa maupun instansi terkait lainnya di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Tapi saya yakin, semua tugas pekerjaan akan bisa terselesaikan dengan baik dan maksimal jika dilakukan bersama-sama. Untuk program jangka pendeknya, saya ingin melihat lebih dekat tentang perkembangan Terminal Teluk Lamong dan JIIPE di Gresik,” tukas Mauritz usai pisah sambut (pisbut).

Kepala OP Utama Tanjung Perak dan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Kabid Lala), Operasi dan Usaha Kepelabuhanan dari Dody Triwahyudi yang kini bergeser ke Batam menggantikan Hery Suryono yang kini menduduki kursi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Kabid Lala), Operasi dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada, Jumat (28/7/2017), melantik Chandra Irawan sebagai Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan laut (Ditjen Hubla) meninggalkan ‘kursi hangatnya’ sebagai Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak yang kini diduduki Mauritz HM Sibarani.

Selain Chandra Irawan dan Mauritz HM Sibarani, pada saat bersamaan, Menhub Budi Karya juga melantik 3 pejabat eleson II dan III Ditjen Hubla lainnya. Masing-masing adalah Dwi Budi Sutrisno sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ferdy Trisanto Kurniawan sebagai Kepala Bagian Perencanaan Sekretriat Jenderal Perhubungal Laut, dan Sri Rejeki Budi Rahayu sebagai Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). (sa/ms/asb)