Per 1 September 2017, Polrestabes Surabaya Mulai Uji Coba E-Tilang

Wartapedia, Surabaya. Terhitung sejak 1 September 2017 wilayah hukum Polrestabes Surabaya mulai menerapkan tilang pengedara kendaraan bermotor berdasarkan Pantauan Closed Circuit Television (CCTV).

Terkait penindakan tilang ini, sebelumnya telah di bahas oleh Polrestabes Surabaya bersama dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya Gelar Diskusi melalui ‘Focus Discussion Group’ di ruang M. Yasin, Mapolrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, Forpimda Kota Surabaya menyepakati penindakan tilang berdasarkan pantauan CCTV yang telah terpasang di berbagai ruas Jalan Raya.

“Hadir di sini ada Pak Kajari, Pak Ketua Pengadilan Negeri, serta perwakilan Pemerintah Kota Surabaya, selain tim dari pakar hukum yang menyepakati segera diberlakukannya tilang CCTV mulai September,” kata Iqbal, Kamis (31/08).

Forpimda saat membahas Tilang CCTV di ruang M. Yasin, Polrestabes Surabaya.

Iqbal menuturkan, bahwa penerapan sistem tilang tersebut dimulai dari tahapan sosialisasi yang akan berlangsung selama bulan September.

“Sepanjang masa sosialisasi ini kami cuma melakukan pemantauan dari kamera CCTV,” tutur Perwira Menengah asal Palembang ini.

Setiap pengendara yang terpantau melanggar akan di catat dan dilayangkan peringatan melalui surat kerumahnya berdasarkan alamat plat nomor polisi yang terekam CCTV.

Petugas baru akan mendatangi rumah pelanggar lalu lintas berdasarkan rekaman CCTV tersebut pada bulan Oktober 2017.

Penerapan tilang melalui pantauan CCTV dasar ini, lanjut Iqbal, hukumnya dinilai sudah jelas, yaitu Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Tinggal nanti bisa kita lebih kuatkan lagi regulasinya,” lanjutnya.

Seluruh perangkat tilang CCTV tersebut sarana dan prasarananya dibuat oleh Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Surabaya. Jadi, secara bertahap nanti sarana dan prasarananya akan terus dibenahi.

“Seperti di tahun pertama meski kami menilang berdasarkan pantauan CCTV, tapi pelanggar tetap mendatangi kantor kejaksaan. Tahun-tahun berikutnya kami harap sudah otomatis langsung tilang ditempat,” pungkasnya.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri