Pemprov Jatim Urutan Kedua dalam Ungkap Kasus Pungli, ini Kata Gus Ipul

Wartapedia, Surabaya. Keseriusan pemerintah dalam upaya memberantas perbuatan Pungli (Pungutan Liar) terus digencarkan. Hal tersebut dibuktikan dengan pengungkapan yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Saifullah Yusuf.

Wagub Jatim yang akrab dengan sapaan Gus Ipul itu mengatakan, Jawa Timur menduduki posisi kedua setelah Jaw Barat dalam hal pengungkapan Pungli oleh Tim Satgas. Sampai dengan 22 Agustus 2017, Tim Saber Pungli berhasil mengungkap 89 kasus, dengan 175 tersangka.

Gus Ipul menuturkan, pengungkapan kasus ini adalah prestasi atas kinerja Tim Saber Pungli, karena jumlah penduduk di Jatim yang cukup besar, maka masalah yang dihadapi juga besar.

“Disamping proaktif (Satgas, red), masyarakat juga memberikan bantuan. Menurut saya ini sebagai prestasi dari Tim Saber Pungli yang sudah mencoba untuk berbuat sesuai dengan perintah Presiden,” kata Gus Ipul, Kamis (24/08).

Oleh karena itu, untuk terus mengungkap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, terutama dalam hal pungli, Pemprov Jatim memberikan anggaran khusus bagi Tim Saber Pungli ini. Anggaran tersebut, pada dasarnya lebih pada pencegahan, pengawasan dan pembinaan.

“Kita ingin ya berkurang terus kasus kasus seperti ini. Makanya ini jadi pelajaran lah. Tadi sudah saya sebut, pelatihan untuk Kepala Desa, Kepala Sekolah sudah, Sekdes sudah, tinggal implementasi dilapangan, tergantung masing masing,” tuturnya.

Sementara itu, disisi lain Wakil Ketua Satu Satgas Saber Pungli Pusat, Irjen Kementrian Dalam Negeri, Sri Wahyuningsih menjelaskan, selain Jawa Timur, beberapa Propinsi yang berhasil mengungkap kasus pungli adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

“Kasusnya adalah pelayanan publik, antara lain perijinan perijinan, Dana Desa, kemudian Bidang Pendidikan, Dana BOS, dan pungutan pungutan yang lain,” jelasnya.

Sri membeberkan, lembaga atau instansi yang paling banyak pengungkapan kasus pungli, yakni Kementerian Pendidikan, dimana masih seringnya dikeluhkan orang tua atas pungutan pungutan yang tidak jelas. Kementerian Agraria, dimana banyaknya retribusi diluar ketentuan, dan lain lain.

“Intinya kan pungutan liar itu semakin berkurang, boleh dibilang hilang sama sekali, itu harapan terakhir, walaupun itu tidak instan ya, harus bertahap, tabap demi tahap,” beber Sri.

Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi Jawa Timur bersama inspektorat pengawas daerah (Itwasda Polda Jatim) beserta Forkopimda Provinsi Jawa timur menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Acara tersebut diikuti oleh jajaran TNI, Polri dan jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut selain dihadiri Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, juga dihadiri oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Awan Samodra.(nik/asb)