Pelni sehari keluarkan biaya Rp 4,8 miliar ke Pertamina

Wartapedia, Surabaya. Bahan bakar minyak (BBM) yang dibeli PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/Pelni ke PT Pertamina, dalam sehari mengeluarkan biaya Rp 4,8 miliar atau setahunnya bisa menembus bilangan Rp 1,7 triliun. Angka tersebut terkalkulasi dalam sehari, dengan rata-rata Pertamina melayani 8 unit kapal dari 86 kapal yang dimiliki Pelni.

“Kami akan memberikan kemudahan transaksi BBM ke Pelni melalui program pelayanan i-serv. Ini merupakan bentuk layanan yang diberikan Pertamina kepada Pelni mulai dari Ordering, Invoicing sampai dengan Reporting,” tukas Vice President Industrial Fuel Marketing Pertamina Ageng Giriyono, Selasa (26/9/2017).

Ageng mengungkapkan, saat ini, Pertamina melayani untuk keseluruhan 86 unit kapal milik Pelni di 33 supply point se-Indonesia. Pelayanan ini, kata Ageng, didasarkan pada tingginya frekuensi dan besarnya dana untuk transaksi BBM kapal Pelni ke Pertamina. “Pertamina menghadirkan dua program khusus untuk Pelni, masing-masing i-serv dan Autocollection untuk mempermudah pekerjaan operasional, khususnya transaksi BBM Pelni ke Pertamina,” tutur Ageng.

Dikatakan, program i-serv merupakan layanan web-based dengan end to end proses order to cash yang diperuntukkan bagi customer credit dan autocollection Pertamina. Layanan i-serv ini, lanjut Ageng, meliputi e-Ordering, yakni layanan bagi customer untuk membuat order ke Pertamina, e-Invoicing atau layanan bagi customer untuk mengakses Invoice dari Pertamina, serta e-Reporting yang merupakan layanan bagi customer untuk mempermudah akses terhadap jejak rekam atau history transaksi dengan Pertamina dari sisi pembelian maupun pembayaran. 

“Kerjasama Pelni dan Pertamina ini sebenarnya bukan hanya baru pada program ini saja, tapi telah berlangsung puluhan tahun. Karenanya, kami berharap kerjasama yang terjalin baik ini dapat berlanjut di masa mendatang. Tentu saja, dengan i-serv ini transaksi besar dan dengan frekuensi yang tinggi atas BBM Pelni ke Pertamina dapat berjalan dengan lancar, cepat dan terdokumentasi dengan baik,” papar mantan GM Pertamina MOR V Jatim Balinus ini saat membuka Training i-serv dan Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Pertamina-PELNI 2017 di Hotel Vasa Surabaya, Senin (25/9/2017).

Sementara, Direktur Armada Pelni, M. Tukul Harsono meminta, agar seluruh pekerja Pelni lebih fokus mengikuti pelatihan. Dihadapan 64 peserta pelatihan yang terdiri dari 31 pekerja Pertamina dan 33 dari Pelni, Harsono berharap, pekerja Pelni dapat cepat beradaptasi dalam mengaplikasikan program i-serv untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari, khususnya transaksi BBM ke Pertamina.

“Semoga melalui pelatihan dan rapat kordinasi ini dapat menyelesaikan masalah-masalah ataupun kendala selama ini khususnya terkait transaksi BBM di lokasi masing-masing. Selain itu, semakin memudahkan koordinasi antara Kantor Cabang Pelni dan lokasi Supply Point Pertamina di seluruh Indonesia,” pinta Harsono disela Pelatihan Program i-serv Pertamina dan Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Pelni 2017 yang digelar 2 hari di Hotel Vasa Surabaya, mulai 25-26 September 2017.(sa/ms/asb)